Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Relokasi Penyintas, KPU Akan Koordinasi BPBD-Dukcapil

0 11

PALU  EKSPRES, PALU- Relokasi penyintas ke hunian tetap (Huntap) dipastikan memengaruhi data dalam daftar pemilih tetap (DPT). Penyintas nantinya akan tercatat masuk dalam DPT kelurahan lokasi pembangunan Huntap.

Sejauh ini pusat relokasi ditetapkan di Kelurahan Tondo dan Talise Kecamatan Palu Timur serta Kelurahan Duyu Kecamatan Palu Barat.

Terkait hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu akan segera berkoordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Untuk mulai melakukan langkah antisipasi agar penyintas tidak kehilangan hak pilihnya.

Ketua KPU Palu, Agussalim Wahid menyebut, pihaknya perlu mengetahui seberapa banyak penyintas yang akan direlokasi. Kelurahan asal penyintas dan memastikan adanya pemisahan kartu keluarga (KK). Sebab bisa jadi ada KK yang telah dipisah. Yang awalnya masih bersama orang tua, namun memisahkan keluarganya dalam KK baru.

“Karena salah satu syarat relokasi ke Huntap kalau tidak salah itu hanya butuh satu KK,”jelas Agussalim, Kamis 14 November 2019.

Penyintas yang akan direlokasi sebutnya akan tercatat dalam kelurahan pusat relokasi. Hal ini perlu disesuaikan dalam proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih nanti.

“Tahapan Coklit kami laksanakan mulai 17 April sampai 16 Mei tahun 2020,”jelasnya.

Dengan begitu, KPU nantinya bisa menggambarkan berapa jumlah TPS yang akan ditambah di kawasan Huntap. Pihaknya pun akan memastikan mengenai waktu relokasi tersebut. Artinya jika relokasi berjalan sebelum hari pemungutan suara, maka KPU tidak perlu melakukan perpindahan data DPT.

“Kami berharap relokasi ini terealisasi bersamaan waktu Coklit. Sehingga ada banyak waktu untuk memverifikasi data perpindahan ini,”ucapnya.

Akan lebih baik lagi tambah Agus, jika waktu relokasi penyintas terjadi sebelum proses Coklit berjalan.

“Supaya proses Coklit bisa sekaligus kita lakukan langsung di kompleks Huntap. Poyeksi penambahan TPS juga sudah bisa tergambar,”pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemkot berencana merelokasi penyintas bencana menuju Kelurahan Tondo. Di tempat ini rencananya akan dibangun sebanyak 2000 unit Huntap oleh yayasan Budha Tzu Chi. (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.