Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Presiden Akui Pembangunan Huntap Lambat

0 33

PALU EKSPRES, PALU – Presiden Jokowi melakukan road show ke wilayah bencana. Setelah Ambon dan Papau, Jokowi melakukan kunjungan ke Palu. Kunjungan kali ini untuk memastikan penanganan korban gempa di Palu, Sigi dan Donggala serta Parigi Moutong, Selasa 29 Oktober 2019.

Pada kunjungan kali ini, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana meninjau proyek penyediaan hunian tetap bagi korban gempa begitu tiba di Kota Palu. Kepada awak media seusai peninjauan, Presiden Jokowi mengakui bahwa perkembangan proyek tersebut agak terhambat oleh masalah pembebasan lahan.

Namun, Kepala Negara memastikan hal tersebut sudah ditangani setelah dirinya menelepon langsung Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.
“Ya ini setelah lebih dari setahun memang progress-nya agak lambat karena masalah yang berkaitan dengan lahan, pembebasan lahan, terutama untuk relokasi hunian tetap. Tapi kalau yang bangun individu, ini sebagian sudah berjalan. Tapi tadi saya pastikan dari Pak Gubernur, Bupati yang ada, saya telepon Menteri (Agraria dan Tata Ruang), alhamdulillah urusan lahan sudah rampung,” kata Presiden di lokasi proyek hunian tetap Duyu di Kecamatan Tatanga.

Menurut dia, setelah masalah lahan selesai, hal berikutnya yang sedang dikerjakan adalah proses lelang. Setelah proyek hunian tetap Duyu ini selesai, proyek serupa di Kabupaten Sigi juga akan dilelangkan, sebelum masuk ke tahapan konstruksi.
“Memang ini bukan pekerjaan kecil, ada 11 ribu hunian rumah yang harus kita siapkan, relokasi. Contoh di sini, ini baru yang sudah siap dikerjakan untuk 450 (rumah). Yang di Sigi 1.500 (rumah), tetapi yang dalam proses lelang 500 (rumah). Ini juga semuanya seperti itu,” paparnya.

Kepala Negara sendiri berharap proses konstruksi bisa segera dimulai di awal tahun. Pengerjaan konstruksi hunian tetap Duyu akan dilakukan secara pararel dengan proyek di Sigi pada Januari 2020.
“Kita harapkan pertengahan sampai akhir tahun bisa diselesaikan semuanya,” imbuhnya. Selain rekonstruksi rumah warga, pemerintah juga akan memperbaiki fasilitas-fasilitas publik seperti bandara dan pelabuhan. Menurut Kepala Negara, perbaikan akan segera dilakukan setelah proses lelang selesai karena anggaran untuk rehabilitasinya sudah siap. “Tetapi juga ini butuh waktu. Ini masih dalam proses lelang dan segera dikerjakan sudah selesai,” ujarnya.
Ada pun untuk perbaikan di sektor pertanian, Presiden mengatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pengerjaan irigasi.
Presiden menyebut irigasi untuk mengairi lahan pertanian seluas 1.700 hektare dari total kebutuhan 7.000 hektare akan dikerjakan tahun ini. “Irigasi ini akan dikerjakan terlebih dahulu tahun ini untuk 1.700 hektare tanah pertanian dari kebutuhan 7.000 hektare. Ini akan juga akhir tahun depan selesai 1.700, kemudian 2021 akan diselesaikan semuanya untuk yang 7.000 hektare,” ucapnya menegaskan.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam peninjauan ini antara lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Juliari Batubara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, dan Wali Kota Palu Hidayat.
Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini, dalam rilisnya, mengungkapkan sebelumnya, Presiden dan rombongan bertolak dari Kota Ambon dan mendarat di Kota Palu sekitar pukul 11.10 WITA.

MENUJU HUNTARA DUYU

Presiden Jokowi tiba dengan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737 – 800 Bussiness Jet 2 BBJ-2/A-001 di Bandara Mutiara Sis Aljufrie Palu, sekira Pukul 11.06 Wita, setelah malakukan kunjungan untuk meninjau posko pengungsi gempa Ambon.
Kedatangan Presiden Jokowi bersama Ibu negara Iriana Joko Widodo di Palu, disambut langsung menteri sosial Juliari Batubara, Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola, Pangdam XIII/MDK Mayjen TNI Tiopan Aritonang SIP, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Drs Lukman Wahyu Herianto, M.Si, Ka Binda Brigjen Pol Aries Wahyu. S, Danrem 132/Tdl Kolonel Inf Agus Sasmita, Danlanan Palu Kolonel Laut (P) Tommy Herlambang, Dandim 1306 Kolonel Inf Widya Prasetyo, para Asisten Kodam XIII/MDK dan Forkopimda Provinsi Sulteng, sebagaimana dilansir JurnalNews.Id pada Selasa (29/10/2019).

Turut mendampingi kedatangan Presiden Jokowi yakni Menteri Perhubungan RI Budi Karya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljino, Kepala BNPB Letjend Doni Munardo, Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rahman dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.
Setibanya di Palu sekira Pukul 11.20 Wita, Presiden Jokowi dan rombongan langsung menuju Kecamatan Tatanga untuk meninjau lokasi Huntap di Kelurahan Duyu.

DARI AMBON MENUJU PALU

Sebelumnya Jokowi juga sempat mengunjungi Ambon, Maluku. Di sana, Jokowi juga meninjau langsung posko korban gempa Ambon, beberapa waktu lalu di Universitas Darussalam.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyempatkan diri berdialog dengan tokoh agama dan perwakilan masyarakat penyintas gempa dari Kabupaten Maluku Tengah.
Jokowi, sejak Sabtu (26/10) berkeliling wilayah Timur Indonesia. Ia memulai kunjungan kerjanya dengan menemui 3 ribu warga Pegunungan Arfak di lapangan bola Irai, Minggu (27/10).
“Tadi sudah disampaikan Pak Bupati, Pak Gubernur, mengenai yang pertama, jalan antara Manokwari dan Pegunungan Arfak yang tadi Pak Bupati menyampaikan minta segera diselesaikan dan diaspal. Maka kita segera selesaikan,” kata Jokowi kemarin.

Selain itu, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga menyempatkan diri menikmati senja di Kaimana. Ribuan masyarakat Kabupaten Kaimana tumpah ruah menyambut kedatangan Kepala Negara di Taman Kota. Jokowi juga sempat mengunjungi Pasar Wouma di Wamena. Ia pun turut meresmikan Jembatan Holtekamp yang membentang di atas teluk Youtefa.

(kia/antara/biro pers istana)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.