Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Daftar di Empat Parpol, NDB Disokong 3 Tim Relawan

0 401

PALU EKSPRES, PALU- Nurmawati Dewi Bantilan (NDB) menjadi salahsatu kandidat bakal calon (Balon) yang hampir pasti ikut dalam kontestasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng 2020-2024.

Seperti Balon lainnya, NDB pun kini tengah sibuk mendaftarkan diri disejumlah partai politik (Parpol). Jumat siang 18 Oktober 2019, tim NDB telah sampai di Partai Golkar Sulteng untuk kepentingan itu.

Wachid Irawan, tim relawan NDB menyebut, sebelumnya NDB telah terdaftar di PDIP, Gerindra dan Perindo. Di partai Gerindra, NDB bahkan sudah memaparkan visi misinya.

“Sejauh ada yang buka, kita akan mendaftar,”kata Wachid.

Proses pendaftaran menurut Wachid merupakan dinamika sebelum akhirnya Parpol menetapkan siapa yang akan mereka usung. Rencana daftar ke semua partai menjadi sebuah prinsip bahwa NDB siap bekerja sama dengan semua kekuatan politik yang ada.

“Bukan hanya kerjasama dalam pengertian sebagai calon. NDB ingin memperlihatkan kepublik bahwa ketikan diamanahi, maka dia akan bekerja sama dengan semua kekuatan politik,”jelasnya.

Proses inipun menurutnya adalah bagian penting dari komunikasi politik. Kendatipun misalnya Parpol kemudian tidak mencalonkan NDB. Maka keputusan itu menurutnya bukan sebuah hal yang harus membuat kecewa.

Proses pendaftaran yang dilakukan NDB saat ini hemat Wachid merupakan  langkah awal membangun komunikasi politik ke arah yang lebih jauh. Yang nantinya diharap menjadi sebuah kekuatan baru untuk upaya pembangunan Sulteng.

“Terlebih pascabencana, tidak boleh hanya mengandalkan satu atau dua pihak. Tapi harus membangun kekuatan antar semua pihak. Karena faktanya, pemulihan Sulteng masih tertatih meski ada intervensi pemerintah pusat,”ujarnya.

Wachid menyebut NDB akan mencoba memberi warna baru bagi Sulteng. Dalam pengertian  menyatukan semua kekuatan untuk bersama-sama mencapai tujuan bagi pembangunan daerah ini dimasa mendatang.

“Utamanya untuk tujuan pemulihan dampak bencana yang harus dilakukan sesegera mungkin,”ujarnya.

Namun begitu Wachid menyatakan NDB akan terbuka terhadap semua kemungkinan dalam proses pendaftaran ini. Yang pada akhirnya nanti merupakan hak masing-masing Parpol untuk memutuskan siapa yang akan diusung.

“Yang jelas NDB daftar 01. Adapun proses politik selanjutnya kita serahkan kepartai. Karena ada survei,  pertimbangan-pertimbangan. Hingga tawar menawar,”sebutnya.

NDB saat ini tercatat sebagai salahsatu fungsionaris Golkar Sulteng. Sebuah posisi strategis yang sebenarnya bisa menyokong langkahnya untuk dicalonkan partai dedengkot level Sulteng ini.

Namun sebagai kader Golkar,  Wachid mengaku faham benar bagaimana sikap Golkar dalam setiap perhelatan politik. Yang juga mengedepankan sikap terbuka bagi siapapun selain kadernya.

Ketika Golkar buka pendaftaran, maka sesungguhnya itu menunjukkan Golkar tidak membedakan antara kader dan non kader. Karena prinsipnya, begitu pendaftaran dibuka,  maka harus Golkar akan ‘sekuel’ terhadap siapapun.

“NDB dalalm kapasitas fungsionaris Golkar pun ingin perlihatkan ke publik bahwa semua yang daftat harus diperlakukan sama. Toh nantinya keputusan ada di partai Golkar,”paparnya.

Begitupun ketika nantinya dinamika komunikasi politik dengan beragam pertimbangan parpol yang misalnya mengharuskan NDB akhirnya menjadi Balon diposisi wakil. Utamanya ketika dinamika dan fakta politik harus  menyandarkan penentuan Balon pada hasil survei dan komunikasi lintas partai dan figur. Lalu arahnya semua itu hanya memungkinkan NDB duduk diposisi wakil.

“Kita akan siap dicalonkan dengan siapapun namun dengan pertimbangan yang matang.Tapi
Kami akan lihat secara objektif dan realistis,”ucapnya.

Sebaliknya jika kemungkinan dinamika politik memungkinkan NDB dicalonkan sebagai Balon Gubernur. Maka komunikasinya tentu pula berkembang kepada siapa kandidat Balon wakilnya.

“Tapi untuk hal ini, NDB akan menyerahkan ke partai berdasarkan pertimbangan pula. Kami tenu tidak bisa tidak mendengar ke partai koalisi,”katanya.

Untuk rencana pencalonan NDB, Wachid mengaku saat ini telah terbentuk tiga tim relawan. Tim ini lahir dari kelompok-kelompok relawan yang kemudian membentuk lagi simpul -simpul relawan.

Tiga tim yakni Relawan Rajawali. Nama ini diambil sementara karena alamat sekretariat bertepatan di Jalan Rajawali Palu.

Kemudian ada tim aliansi pejuang perempuan (APP) NDB. Tim ini merupakan loyalis NDB sepanjang perjalanan karir politiknya. Dan terakhir tim relawan NDB.

Wachid mengaku optimis, simpul-simpul relawan ini akan bekerja optimal untuk menyumbang kekuatan mesin politik yang signifikan bagi NDB.

“Dan jika resmi dapat dukungan Parpol, maka akan ada tim internal yang lebih memperkuat kerja-kerja pemenangan NDB,”demikian Wachid. (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.