Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Masyarakat Keluhkan Pelayanan di SPBU Kampal Parigi

0 113

PALU EKSPRES, PARIGI– Sejumlah pengendara di wilayah Kota Parigi mengeluhkan pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kelurahan Kampal Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong.

Salah seorang pengendara yang enggan disebut namanya kepada media ini, Rabu 9 Oktober 2019 mengatakan, pelayanan SPBU terkesan tidak adil karena diduga menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium kepada pengecer yang menggunakan jerigen. Sedangkan untuk pengendara roda dua maupun mobil terkesan lambat dilayani. Bahkan, kata sumber, kendaraan yang datang terlambat tidak kebagian disebabkan banyaknya jerigen yang dilayani oleh operator SPBU.
“Harusnya pengendara didahulukan baru pengisian jerigen. Tapi malah jerigen yang mereka pentingkan. Saya minta ditindaklah yang seperti ini, kami juga ingin pake bensin,” ujar sumber.

Sementara itu, pengawas SPBU Kampal, Aswad yang dikonformasi mengatakan, soal pengisian premium semuanya adil, baik bagi kendaraan maupun pemilik jerigen.
“Pengisian BBM di sini tidak lebih dari 8 ton untuk premium. Jadi, harap maklum saja tidak ada juga kita prioritaskan jerigen semua kebagian,”ungkapnya.

Menurutnya, kebutuhan untuk BBM wilayah Parigi masih terpenuhi. Hanya saja terkadang masyarakat pada saat butuh BBM sedang kosong dan belum ada pengisian.
“Jadi terkadang saat masyarakat butuh BBM tidak ada sehingga mereka kecewa. Dan di mana-mana kan, daerah semua begitu. Jadi diharap maklum saja,’ ujarnya.

Dia mengatakan, untuk pengisian BBM jenis pertalite di SPBU Kampal Parigi sebanyak 16 ton per hari. Berbeda dengan solar dan premium hanya 8 ton per harinya.
“Terkadang premium dan solar itu tidak dikirim. Jadi, kalau pertalait kosong pertamax tetap ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat Parigi lebih dominan membeli premium ketimbang BBM jenis pertalite dan pertamax. Sebab, premium lebih murah dari BBM lainnya.
“Jadi, di Parigi ini masyarakat lebih memilih membeli premium baik orang berduit maupun masyarakat kecil, semua memilih membeli premium. Kalau sudah habis premium baru mereka beralih ke pertalait dan pertamax. Dimana saja itu, di Palu maupun Parigi semua begitu,” ungkapnya.  (asw/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.