Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Direktur KR BKKBN RI Kunjungi Huntara  Petobo, Kota Palu

0 303

PALU EKSPRES, PALU– Isu pernikahan dini kalangan penyintas yang terjadi pascabencana di Kota Palu menjadi perhatian khusus BKKBN RI. Setelah menggelar focus diacussion group (FGD) pencegahan pernikahan dini pascabencana, di Kantor BKKBN Sulteng, secara khusus Direktur Direktur Ketahanan Remaja (KR) BKKBN RI, Eka Sulistia Ediningsih mengunjungi Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan Kota Palu.

Eka didampingi pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C Soriton dan Direktur Merial Institut Muhammad Arif, Jumat 6 September 2019.

Kedatangan Direktur KR BKKBN RI Eka Sulistia disambut antusias penyintas dari kalangan perepuan dan anak. Pertemuan bersama penyintas digelar sederhana di salah satu bilik Huntara.

Eka dihadapan penyintas mengaku ingin bertatap muka langsung dengan para penyintas yang saat ini masih bertahan di Huntara.

“Kami ingin bersilaturahim khususnya warga yang terdampak bencana likuefaksi ini,”kata Eka.

Kedatangan Eka membuat haru biru suasana di kompleks Huntara. Warga yang hadir larut dalam kesedihan ketika ia menghibur warga dengan sebuah tembang berjudul harta berharga. Ost sinetron keluarga cemara yang dipopulerkan Bunga Citra Lestari ini diikuti warga dengan fasih.

“Ibu dan anak-anakku yang ada disini semuanya adalah mutiara hati bagi kami,”ucap Eka.

Eka dalam kesempatan itu menyampaikan belasungkawa atas bencana yang terjadi di Petobo. Menurut dia, para penyintas tak boleh patah semangat menjalani hidup.
Diapun berpesan sejumlah hal terkait pentingnya upaya pencegahan pernikahan dini yang perlu sama-sama didorong tidak saja oleh pemerintah melainkan masyarakat itu sendiri.

Sementara itu Direktur Merial, M Arif dalam kesempatan itu mengemukakan masyarakat harus tetap senatiasa bergotong royong dalam mengatasi setiap masalah yang dihadapi.

Budaya itu kata M Arif adalah budaya turun temurun masyarakat Indonesia sejak dulu kala.

“Terlebih pascabenca, semangat gotong royong ini harus dihidupkan kembali ditengah masyarakat,”kata Arif. (*/mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.