Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Enam PT se Asia Tenggara Komitmen Dorong Penguatan Kapasitas Alumni

0 86

PALU EKSPRES, PALU – Enam perguruan tinggi asal Asia Tenggara terus berkomitmen dalam peningkatan kapasitas para alumninya, agar dapat bersaing dengan baik di dunia kerja atau dunia usaha. Komitmen tersebut dibahas melalui forum Support of International Platform Merging Labour and Education (SIMPLE), yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 26-28 Agustus 2019 lalu.

Keenam perguruan tinggi tersebut masing-masing Kasetsart University dan Prince of Songkla University dari Thailand, Royal University of Agriculture dan University of Battambang dari Kamboja, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Tadulako (Untad) dari Indonesia.

Pada pertemuan tersebut, Untad diwakili oleh Dr. Ayien Tjoa sebagai ketua delegasi, didampingi Wakil Rektor Untad bidang Pengembangan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Amar, perwakilan Presidium IKA Untad Dr. Muhd. Nur Sangadji, serta anggota tim lainnya, yakni Nur Edy, Ph.D, Dr. Rostiati, Dr. Maemuna, Dr. Syahreni, Dr. Rahmi, dan Syamsiar, M.Si.
Akademisi Fakultas Pertanian Untad sekaligus perwakilan Presidium IKA Untad pada pertemuan tersebut, Dr. Nur Sangadji menjelaskan, kegiatan SIMPLE yang disuport oleh Erasmus Plus dari Uni Eropa tersebut, bertujuan untuk menjadi jembatan penghubung relasi antara akademisi dengan dunia profesional.

Relasi tersebut terbangun agar para alumni di tiap perguruan tinggi, dapat lebih cepat masuk ke dunia kerja. Melalui relasi tersebut, kata Nur Sangadji, perguruan tinggi yang bekerja sama dapat difasilitasi untuk mendorong kualitas kegiatan-kegiatan pendukung, yang memungkinkan alumninya memiliki kapasitas yang memadai agar lebih mudah diterima di dunia kerja atau membuka lapangan kerja sendiri.
“Ini kegiatan tahunan, dan kali ini tahun terakhir untuk mereka melakukan evaluasi akhir,” kata Nur Sangadji, saat dihubungi, Senin 2 September 2019.

Pada kegiatan tersebut, tutur Nur Sangadji, perwakilan Untad menyampaikan beberapa event yang telah dilaksanakan terkait dengan upaya menjembatani para alumni dengan dunia kerja. Di antaranya adalah kegiatan alumni yang mencoba membuka informasi dan peluang dunia usaha selama sehari. Kegiatan tersebut membuka kesempatan kepada para pelaku dunia usaha untuk melakukan wawancara atau rekrutmen alumni.

Selain itu ada pula kegiatan yang bersifat soft skill, seperti pendidikan bahasa, serta yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan di bidang masing-masing. Seperti pemahaman tentang pupuk organik dan hal-hal mengenai pertanian. “Dari pertemuan itu kita buat seperti alumni center. Di mana alumni-alumni kita memiliki relasi pertama dengan perguruan tingginya, kemudian perguruan tinggi tempat mereka belajar bisa menghubungkan mereka dengan dunia kerja. Di samping itu juga berperan membantu mereka dalam peningkatan kapasitas,” pungkasnya. (abr/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.