Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

BI Turunkan Biaya Kliring Perbankan

0 49

PALU EKSPRES, PALU – Bank Indonesia (BI) menurunkan biaya transfer dan kliring di tingkat perbankan. Kebijakan ini secara umum untuk menyempurnakan layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Kebijakan ini resmi berlaku per 1 Desember 2019.

Perluasan kebijakan efisiensi SKNBI yang dilakukan melalui Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada bulan April 2019 ini dianggap lebih akomodotif untuk mendorong permintaan domestik bagi pembayaran ritel.

Penyempurnaan layanan SKNBI ini ditetapkan  melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.21/8/PBV2019 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/9/PBV2015 tentang Penyelenggaraan Transfer Dana dan Kliring Berjadwal oleh Bank Indonesia. Serta ketentuan teknis dalamPeraturan Anggota Dewan Gubernur No. 21/12/PADG/2019 tentang Penyelenggaraan Transfer Dana dan Kliring Berjadwal oleh Bank Indonesia.

Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Sulteng, Indratmoko menjelaskan, penyempurnaan ketentuan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi Sistem pembayaran Indonesia.

Memberikan layanan, transfer dana yang Iebih cepat sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan mengakomodasi kebutuhan pengguna.  Baik individu maupun korporasi, untuk transaksi dengan nilai yang Iebih besar.

Adapun perubahan yang terjadi dalam sistem transaksi Perbankan ini antara lain adalah periode setelmen.

Sebelumnya layanan transfer dilakukan lima kali dalam sehari menjadi sembilan kali sehari. 

Kemudian pada sistem service level agreement (SLA). Sebelumnya layanan transaksi dilakukan dalam waktu maksimal dua jam baik bank penerima maupun pengirim. Kini transaksi dilakukan maksimal satu jam masing-masing bank pengirim maupun penerima.

Untuk sistem pricing SKBNI yang dikenakan BI kepada peserta juga terjadi perubahan padda layanan transfer dana. Yang biaya transfer dikenakan Rp1.000 berubah menjadi Rp600 per DKE.Penyempurnaan ini bertujuan untuk efisiensi layanan. Murah dan berdaya saing. Evisiensi perekonomian dan pelayanan cepat ke masyarakat. Serta mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya pelayanan SKNBI yang dikenakan peserta (Perbankan) kepada nasabah. Sebelumnya Perbankan mengenakan tarif Rp5.000 untuk semua layanan SKNBI. Dalam kebijakan baru, transaski layanan transfer dana kini tinggal Rp3.500. Namun kebijakan tidak mengubah tarif untuk layanan kliring, warkat, debit,layanan pembayaran reguler dan lainnya.

Selanjutnya capping transaksi. Kebijakan saat ini Rp509 Kuta untuk semua layanan SKNBI. Berubah menjadi Rp1 miliar untuk layanan transfer dana dan layanan pembayaran reguler. Serta Rp500 juta untuk layanan kliring warkat, debit dan layanan penagihan reguler.

Berikutnya capping transaksi Rp500juta untuk semua layanan SKNBI. Layanan ini disempurnakan menjadi Rp1mlyar untuk layana. Transfer dana dan layanan pembayaran reguler. Serta Rp500juta untuk layanan kliring  warkat, deneit dan layanan penagihan reguler.

Indratmoko menjelaskan, BI telah menyosialisasikan kebijakan ini kepada seluruh Perbankan pada level pusat. Penyempurnaan SKNBI menurutnya tidak perlu dibarengi dengan penambahan SDM ditingkat Perbankan. Sebab, kebijakan hanya berubah pada prekwensi transaksi.

“Karena sebelumnya sudah disosialisasikan di level pusat, kami yakin perbankan di daerah sudah bisa menyesuaikan,”demikian Indratmoko.(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.