Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Hidayat: Cubitan Guru, Jangan Diangggap Kekerasan pada Anak

0 373

KUKUHKAN FORUM – Wali Kota Palu Hidayat mengukuhkan pengurus baru forum anak Kota Palu dalam rangkaian peringatan hari anak nasional, Rabu 7 Agustus 2019. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU – Wali Kota Palu Hidayat berpendapat seorang guru yang mencubit muridnya merupakan bagian dari proses pendidikan. Karenanya, jika hanya sekedar mencubit, itu tak boleh langsung dianggap sebagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Situasi itu menurutnya kerap menimpa tenaga pendidik ditanah air.
Tak jarang sang guru harus berurusan dengan penegak hukum.

“Kalau cuma dicubit sedikit tidak usahlah teriak-teriak . Lalu menuding itu adalah kekerasan terhadap anak,”kata Hidayat, membuka peringatan hari anak tingkat Kota Palu, Rabu 7 Agustus 2019 di lapangan Vatulemo Palu.

Dia lantas bercerita, sewaktu duduk di bangku STM, dirinya pun sering mendapat pelajaran dari guru berupa cubitan bahkan pukulan. Tetapi, tidak sedikitpun niat untuk melaporkan sang guru kepada orang tua.

Karena menurutnya, cubitan atau pukulan guru sesungguhnya untuk membentuk kecerdasan mental, intelektual, spiritual dan emosional murid. ”Kalau di STM dulu bukan cuma dicubit. Tapi dipukuli balak. Besoknya badan bengkak. Tapi kita tidak pernah mengadu. Alhasil, saya bisa jadi wali kota juga,” kata Hidayat berseloroh.

Kepada organisasi yang konsen terhadap perlindungan anak, Hidayat berharap bisa memaklumi hal itu. Setiap ada laporan, kalau boleh katanya tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab itu adalah bagian dari proses mendidik.

“Janganlah dibesar-besarkan karena itu untuk pendidikan. Kasihan guru kita. Supaya juga guru tidak ragu beri pelajaran secara mental, spiritual dan emosional,” hematnya.

Di sisi lain ujar Hidayat, belakangan justru banyak mengemuka kasus kekerasan terhadap guru. Malahan katanya, ada guru yang sampai mengalami pembunuhan oleh muridnya sendiri.

“Kasihan, banyak guru yang jadi korban kekekeasan murid. Bahkan sampai dibunuh. Dan ini harus jadi perhatian kita semua. Buka secara parsial saja namun secara komprehensif,”tandasnya.

Berkaitan pemenuhan hak anak terhadap pendidikan, Hidayat mengaku Pemkot Palu telah meluncurkan sejumlah kebijakan. Misalnya untuk peningkatan kualitas pendidikan anak melalui dinas pendidikan. Berupa pendidikan murah terjangkau dan berkualitas.

“Bahkan kini bukan lagi murah terjangkau. Bahwa pendidikan mulai tingkat TK, SD dan SMP itu sudah gratis,”sebutnya.

Selain itu melalui dinas pendidikan pula, sebanyak 50 guru mendapat bantuan biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana hingga paska sarjana.
Kemudian menganggarkan kegiatan tambahan jam pelajaran untuk semua agama pada sore hari. Sejauh ini sudah berjalan pada sedikitnya 164 sekolah dasar. Termasuk beberapa sekolah tingkat menengah.

“Semua program perlindungan terhadap hak anak, kedepan diharap bisa mencapai kecerdasan intelektual, sipritual dan emosional,”tutur Hidayat.

Selanjutnya kedepan, program harus diarahkan untuk mengantisipasi dan melindungi anak dari paparan faham radikalisme, narkoba sekaligus mendorong program peningkatan nasionalisme.

“Kita harap anak-anak kita terlindungi radikalisme. Masalah narkoba dan nasionalisme. Tidak terlibat pemikiran yang menyimpang yang mencintai bangsa. Ini tantangan kita bersama-sama,”harapnya.

Pemenuhan hak anak atas segala akses menurutnya perlu dicarikan solusi bersama.
Karena itu ia meminta DP3A Palu mengkaji dan menganalisis penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Jadi bukan cuma sekedar data. Perlu ada kajian dan analisa penyebabnya. Untuk kemudian menyelesaikan akar persoalannya,”demikian Hidayat.

Puncak peringatan hari anak nasional Kota Palu tahun 2019 baru digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, Rabu 7 Juli 2019.
Sebelumnya DP3A telah melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan. Berupa lomba tarik tambang, kadende untuk lestarikan budaya tradisional.

Lomba gali Gasa kebersihan lingkungan sekolah TK. Lomba mewarnai tingkat TK. Lomba puisi tingkat SD. Menyanyi solo, lagu nasional ingkar SD. Peragaan busana .
Code morning jalan santai gali Gasa tingkat SD.

Peringatan hari anak nasional juga dirangkai pengukuhan pengurus forum anak Kota Palu periode 2019-2021.(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.