Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Cegah Dehidrasi, Jemaah Calon Haji Diingatkan Perbanyak Minum

Laporan dari Tanah Suci

0 94

PALU EKSPRES, MAKKAH – Kondisi suhu udara di Arab Saudi termasuk tanah suci Makkah yang saat ini dapat mencapai 45 derajat celcius, perlu menjadi perhatian utama bagi para Jemaah Calon Haji (JCH) yang sedang menjalankan rangkaian ibadah haji tahun 1440 H/2019 M.

Untuk itu, jemaah selalu diingatkan untuk menjaga kondisi dalam menghadapi suhu udara yang sangat panas tersebut. Utamanya menjaga asupan air ke dalam tubuh sehingga mencegah terjadinya bahaya dehidrasi atau kurangnya cairan tubuh.

Imbauan ini disampaikan Tim Promotif Preventif (TPP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di hadapan JCH bersama para petugas kloter dan tim kesehatan asal Sulteng yang tergabung dalam kloter 10 dan 11 Embarkasi Balikpapan (BPN-10 dan BPN-11), di Musalah Al-Olayan Palace Hotel Makkah, Minggu 4 Agustus 2019.

“Dalam sosialisasi tersebut, Esny selaku petugas pembawa materi dari TPP Kemenkes menjelaskan pentingnya jemaah menjaga kesehatan saat melaksanakan ibadah haji, karena ibadah ini memerlukan kondisi kesehatan tubuh yang prima,” ujar salah seorang JCH asal Sulteng kloter BPN-10, Moh. Ahdal, kepada Palu Ekspres melalui pesan WhatsApp, Minggu 4 Agustus 2019.

Ahdal menambahkan, dalam sosialisasi tersebut jemaah disarankan untuk sering minum air, bahkan tanpa perlu menunggu haus. Bila perlu, dalam botol air minum jemaah ditambahkan bubuk oralit, untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak dehidrasi. Penggunaan bubuk oralit disebut aman bagi penderita penyakit lambung.

“Jemaah turut dianjurkan untuk menyiapkan beberapa alat pelindung diri dalam menghadapi cuaca panas, seperti masker, payung, serta alas kaki,” lanjut Ahdal.

Selain itu, Ahdal menyampaikan bahwa jemaah juga disarankan berhati-hati mengonsumsi susu atau daging onta, serta bersentuhan langsung dengan hewan tersebut, untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh virus MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus). Hal ini karena virus tersebut bisa menular melalui perantara hewan onta. (abr/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.