Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Penanganan HIV AIDS di Parimo Perlu Kerja Keras

0 47

Kepala Seksi Kefarmasian pada Dinas Kesehatan Parimo, Devi R. Uga. Foto : ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIGI – Kepala Seksi Kefarmasian pada Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Devi R. Uga kepada media ini, Kamis, 1 Agustus 2019 mengatakan, penanggulangan HIV AIDS di Parimo perlu kerja keras.

Menurutnya, penanggulagan HIV AIDS tidak hanya menjadi legitimasi Dinas Kesehatan saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab semua OPD dan lintas Sektor lainnya.

Tiga tahun terakhir data kasus yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo bahwa, yang tertinggi di Kabupaten Parigi Moutong adalah kasus AIDS bukan HIV. “Sudah tiga tahun terakhir data kasus yang kita himpun masih lebih banyak penderita AIDS ketimbang HIV,”katanya.

Angka Penderita HIV dan AIDS menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong tiga tahun terakhir kata dia , pada 2016 penderita HIV 11 orang, AIDS 8 orang. Selanjutnya, pada 2017, penderita AIDS naik menjadi 13 orang dan HIV 7 orang. Kemudian pada 2018, penderita AIDS bertambah menjadi 15 orang, sedangkan penderita HIV turun menjadi 4 orang.

Melihat penomena tersebut, menurut dia, terkesan Parimo dalam penanggulangan AIDS hanya menerima bola dan bukan jemput bola. Sehingga, ketika sakit baru ditemukan kalau orang tersebut penderita AIDS. “Biasanya nanti sakit baru pasien tersebut diketahui kalau dia positif AIDS. Ini saya maksudkan harus penanganan serius dalam memberantas AIDS,” ungkapnya.

Ditanya bagaimana mengetahui ciri seseorang jika terkena virus HIV AIDS. Ia mengatakan, melalui pemeriksaan darah atau disebut Voluntary Counselling and Testing (VCT). “Mengetahui seseorang itu positif lewat pemeriksaan darah. Layanan ini untuk membantu pencegahan, perawatan serta pengobatan bagi penderita HIV AIDS,” tuturnya.(asw/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.