Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sekda Lepas 208 Jamaah Calon Haji Parimo

0 113

PALU EKSPRES, PARIGI– Sebanyak 208 orang  Calon Jemaah Haji (CJH) Kloter 10 asal  Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diberangkatkan menuju asrama haji transit Palu.

Pelepasan jemaah calon haji tersebut  oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parimo, Ardi Kadir  berlangsung di halaman Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Parigi Moutong,Sabtu 27 Juli 2019.

“Calon jamaah haji Parimo, Insya Allah masuk asrama haji transit Palu hari ini, dan menuju Embarkasi Balikpapan pada tanggal 28 Juli 2019, kemudian berangkat menuju Jeddah pada 29 Juli 2019,” kata  Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Kabupaten Parigi Moutong, Sudirman Tjora.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji dalam laporannya mengatakan, jemaah calon haji laki-laki berjumlah 74 orang dan 134 perempuan.

Namun sebelumnya kata dia, pihaknya menyampaikan kepada Sekda Parimo bahwa, jumlah calon jemaah haji Parimo yang terpanggil tahun ini sebanyak 217 orang dan 6 orang mutasi.

“Mutasi luar Provinsi 3 orang, kemudian luar Kabupaten Parimo 1 orang mutasi ke Tolitoli dan 2 orang di Kota Palu. Alhamdulillah 6 orang yang mutasi dari Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada tiga orang  calon jemaah haji Parimo yang ditunda keberangkatannya tahun ini disebabkan gangguan kesehatan yakni, Amarudin Lamalla, Rustam Mangga dan Faita.

“Terpaksa ditunda keberangkatannya  karena sudah dibuat pernyataan untuk ditunda berangkat tahun ini. Jadi tiga orang yang tertunda jamaah calon haji kita untuk tahun ini,” jelasnya.

Menurut dia,  calon jemaah haji lanjut usia (Lansia) berjumlah 7 orang. Kemudian di usia yang paling mudah yaitu 26 tahun atas nama dr. Adriani H. Arpa. Sedangkan yang paling tua berusia 89 tahun atas nama Nurisa T. Barakaili.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Parimo, Ardi Kadir dalam sambutannya mengatakan, ibadah haji merupakan ibadah yang pelaksanaanya sungguh berat. Karena jaraknya yang cukup jauh, ditambah lagi dengan kultur maupun bahasa.

“Berbagai tantangan tersebut harus kita hadapi dengan kesabaran dan kearifan. Karena beratnya tantangan dalam pelaksanaan ibadah haji tersebut,” ujarnya. 

Dengan demikian, pemerintah selaku penyelenggara bimbingan haji terus berupaya meningkatkan pelayanan haji baik dari segi mental maupun dari segi fisik dan kesehatan.

Hal itu lanjut dia, tidak terlepas dari kesiapan penginapan, pemondokan, serta berbagai hal yang nantinya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji. 

“Olehnya saya berpesan bagi jamaah calon haji agar meluruskan niat dan mensucikan hati, serta membersihkan pikiran dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Sehingga, ibadah haji yang kita laksanakan tidak sia-sia,” ujarnya. (asw/palu ekspres)     

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.