Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Untad Ajukan Penambahan Kuota Bidikmisi

0 54

PALU EKSPRES, PALU – Universitas Tadulako (Untad) pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, mengajukan penambahan kuota penerima beasiswa program Bidikmisi ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

Tahun ini, dari total kuota penerimaan mahasiswa baru sejumlah 8.786 melalui jalur penerimaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN), Untad diberi kuota beasiswa program Bidikmisi sebanyak 1.506 yang terdistribusi sebanyak 504 kuota pada jalur SNMPTN dan 1.002 pada jalur SBMPTN.

Pengajuan penambahan kuota tersebut, sebagaimana dijelaskan Wakil Rektor Untad bidang Akademik, Dr. Lukman Nadjamuddin kepada wartawan, di Rektorat Untad, Rabu 24 Juli 2019, diupayakan oleh Untad karena jumlah calon mahasiswa yang mengajukan menerima Bidikmisi dan lulus pada jalur SBMPTN tahun ini, lebih banyak dibanding kuota yang ada.

“Ternyata yang lulus SBNPTN dan mengajukan diri untuk mendapatkan Bidikmisi sejumlah 1.828 orang. Dengan demikian ada selisih 825 orang,” kata Lukman.

Olehnya, kata Lukman, Rektor Untad, Prof. Dr. H. Mahfudz melakukan upaya mengajukan permohonan penambahan kuota penerima Bidikmisi di Untad menjadi sebanyak 2.500 orang. Hal ini kata Lukman, karena Untad ingin memberikan kesempatan lebih lebar, bagi calon mahasiswa baru yang memiliki potensi akademik namun terkendala secara finansial untuk mendapatkan beasiswa Bidikmisi.

“Kita berharap ada penambahan kuota seperti yang kita usulkan. 2.500 dari kuota 8 ribu lebih itu sekitar 30 persen, itu sudah memadai,” ujarnya.

Meski begitu, Lukman melanjutkan bahwa pihaknya masih akan melakukan verifikasi lanjutan ketat untuk memastikan apakah calon mahasiswa yang mengajukan Bidikmisi tersebut betul-betul layak menerima beasiswa atau tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ada.

“Akan dilakukan verifikasi untuk menyatakan calon penerima Bidikmisi tersebut layak menerima atau tidak. Begitu pula jika dalam perjalanan kita temukan bukti-bukti bahwa yang bersangkutan ternyata mampu secara ekonomi, maka kita putuskan untuk dicabut Bidikmisinya,” tandasnya. (abr/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.