Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Dugaan Fiktif Dana Parpol, Alfret Lepas Tangan

0 63

Mantan Bendahara PDI Perjuangan Kabupaten Parimo, Alfret Tonggiro. Foto: Aswadin/PE

PALU EKSPRES, PARIGI– Mantan Bendahara PDI Perjuangan Kabupaten Parimo, Alfret Tonggiro mengaku tak tahu sama sekali mengenai dugaan pertanggungjawaban fiktif dana bantuan Parpol di Kesbang Pol Parimo kepada DPC PDI Perjuangan Kabupaten Parigi Moutong yang dilaporkan ke Polres Parimo.

Alfret dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, Senin 22 Juli 2019, menjelaskan posisi dirinya kala itu adalah Bendahara DPC PDIP Parimo sekaitan polemik dana parpol tersebut.
Ia mengakatan pada prinsipnya sebelum mengadakan kegiatan, pihaknya terlebih dahulu melakukan rapat DPC bersama pengurus.
“Jadi setahu saya mekanismenya kalau ada kegiatan tentunya ada rapat di sekretariat dan sekretariat yang mengelola keuangan itu termasuk membuat laporan pertanggungjawaban,” ujarnya.

“Kalau itu dikatakan pertanggungjawaban fiktif, dimana letak fiktifnya, kemudian pemalsuanya dimana. Makanya, yang mengetahui itu bagian administrasi,” tambahnya.

Dia mengatakan, sebagai bendahara ia hanya mengeluarkan dana untuk pembiayaan lewat ketua DPC.
Laporan ke Kesbang Pol ini menurut Alfret, setiap item pembiayaan ada aturan mainnya, tidak semua kegiatan bisa didanai.

Sehingga dalam kasus ini lanjutnya, bisa saja orang yang menerima uang itu tidak sempat lagi bertanda tangan. Karena banyak orang saat menerima uang, tidak sempat lagi bertanda tangan.
“Biasanya orang karena saat menerima uang dalam jumlah ratusan ribu masih banyak orang, lalu kemudian tidak bertanda tangan misalnya, Sehingga ketika membuat laporan untuk kepentingan SPJ tanda tangan itu tidak ada, maka bisa saja terjadi dugaan pamalsuan,”jelasnya.

Menurut dia, dana bantuan Parpol untuk PDIP sebanyak Rp 84 juta. Tergantung banyaknya jumlah suara.
“Orang yang melapor ini kan orang internal partai. Kemarin dia itu melapor ke internal partai tetapi persoalan internal ini sebenarnya tidak bisa dibawa keluar, kalau kalian merasa ada hal-hal yang janggal, itu yang saya sampaikan tapi ternyata ini keluar. Dan sampai saat ini belum ada surat undangan dari pihak kepolisian,” ungkapnya. (asw/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.