Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Dukcapil Pastikan 30 Ribu Data Pengungsi Sudah Valid

0 76

PALU EKSPRES, PALU– Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Palu terus  menggenjot validasi data kependudukan pengungsi untuk kelengkapan syaraf penerima jaminan hidup (Jadup).

Validasi data dilakukan untuk mencocokkan nama sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) yang dimiliki para pengungsi.

Kepala Dinas Dukcapil Palu, Rosida Thalib menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah melakukan validasi data sebanyak kurang lebih 30ribu jiwa. Dia memastikan seluruhnya telah valid.

“Kita lakukan bertahap sesuai dengan data yang diserahkan dinas sosial, untuk verifikasi,”kata Rosida, Rabu 17 Juli 2019.

Menurutnya, dinas Dukcapil memverifikasi seluruh data melalui sistem aplikasi kependudukan. Untuk mencocokkan nama yang sesuai dengan nomor induk kependudukan sebagaimana tercantum dalam KTP. Sebab kata dia, data pengungsi yang ada mayoritas baru sebatas nama dan alamat.

“Data kita inikan mayoritas awalnya cuma nama saja.
Verifikasi kita, itu disesuaikan nama, alamat dan NIK serta nomor KK,”jelasnya.

Dalam proses validasi yang telah berjalan kurang lebih dua pekan belakangan, pihaknya bahkan menemukan ada satu nama pengungsi yang tercatat sebanyak enam kali pada alamat yang sama. Untuk temuan demikian Dukcapil urai Rosida harus memeriksa kembali nama tersebut dalam sistem.

Karena kata dia, bisa jadi memang terdapat enam orang yang namanya sama dengan alamat yang sama.

“Hal semacam inikan mesti benar benar kita verifikasi,”sebutnya.

Kemudian data tersebut terangya mesti diurut kembali sesuai nomor kartu keluarga. Untuk memudahkan proses validasi kelengkapan data kependudukan pengungsi.

“Yang ke kami itu belum berurutan. Itulah yang kita saat ini siang malam bekerja membenarkan urutan itu,”terangnya.

Untuk kepentingan validasi ini, Pihkanya lanjut Rosida menugaskan sediktinya 10 staf dinas untuk fokus mempercepat proses tersebut.

“Kami tinggal menyesuaikan.
Jika pelayanan padat, maka verfikasi kami lakukan sore hari setelah pelayanan umum selesai. Kalau mulainya jam 4, maka kita bisa sampai malam bekerja,”pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah pengungsi yang tercatat oleh Bappeda Palu sebanyak 11.171 KK atau sebanyak 40.738 jiwa. (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.