Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sekitar 200 Jenazah Diperkirakan Masih Tertimbun di Balaroa

0 69

RAPAT – Ketua Forum Korban Likuefaksi Kelurahan Balaroa, Rahman Kasim saat berdialog dengan Wali Kota Palu, Senin 15 Juli 2019. Foto: HAMDI ANWAR/PE

PALU EKSPRES, PALU– Forum Korban Likuefaksi Kelurahan Balaroa Kota Palu mencatat sedikitnya 200an lebih jenazah masih tertimbun lumpur likuefaksi di Kelurahan Balaroa yang belum dievakusasi. Data ini diperoleh forum dari laporan warga setempat.

Ketua forum, Rahman Kasim menyebut, laporan itu dikumpulkan dari warga yang selamat dan kebetulan mengetahui warga disekitar rumahnya yang tidak sempat menyelamatkan diri saat terjadi bencana likuefaksi.

Bahkan kata dia, beberapa keterangan warga ke forum, ada jenazah yang kemungkinan besar identitasnya tidak diketahui.

“Mereka kadang cuma tau bahwa ada tetangganya yang tidak selamat. Tapi tidak mengetahui identitas secara pasti,”jelas Rahman Kasim.

200an lebih jenazah ini menurutnya kemungkinan besar pula belum tercatat sebagai korban meninggal dunia untuk kepentingan bantuan santunan duka bagi ahli warisnya.
Sebab beberapa keluarga korban  memang sengaja belum melaporkan ke pihak terkait.

“Mereka masih berharap keluarganya selamat. Makanya belum dilaporkan sebagai korban meninggal dunia,”bebernya.

Hal ini menurutnya perlu menjadi catatan khusus bagi pemerintah agar memberi kelonggaran waktu paling lambat satu tahun bagi pihak keluarga untuk mengurus hal hal yang bersifat administrasi kematian.

“Supaya mereka nantinya bisa tetap mendapatkan hak sebagai ahli waris,”sarannya.

Secara keseluruhan jumlah korban meninggal dunia yang tercatat forum sebanyak 700 lebih. Data tersebut seluruhnya telah dikenali karena pihak keluarga langsung melaporkan sebagai korban meninggal dunia. Kemudian melakukan pengurusan akte kematian.

“Itu diluar yang 200an yang belum diketahui identitasnya,”pungkasnya.

Sementara itu, sekretaris forum Agus Manggona menyatakan, 3.000 lebih warga Kelurahan Balaroa terdampak bencana gempa dan likuefaksi. Total penduduk Kelurahan Balaria sendiri tercatat kurang lebih 4000 jiwa.

Agus mengaku salahsatu jenazah yang belum dievakuasi adalah kandungnya.
Namun dia berinisiatif untuk segera dilaporkan sebagai korban meninggal dunia.

“Saya sudah laporkan ke pihak terkait. Selain untuk mempermudah pemerintah melakukan pendataan, laporan ini juga untuk kepentingan hak hak ahli waris korban,”demikian Agus. (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.