Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Satpol PP Palu Dukung Penanganan Bancana

0 67

Nathan Pagasongan. Foto: HAMDI ANWAR/PE

PALU EKSPRES, PALU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu turut terlibat aktif dalam setiap proses penanganan dan pemulihan dampak bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu.

Bantuan personil Satpol PP sudah disiagakan bahkan sesaat setelah bencana. Melakukan evakuasi jenazah sesaat setelah terjadinya tsunami hingga proses evakuasi jenazah secara menyeluruh oleh tim gabungan.

Personil Satpol PP kemudian juga terlibat membantu proses pemakaman jenazah korban bencana secara massal di pekuburan massal Kelurahan Poboya Kecamatan Mantikulore Palu bersama tim satuan tugas (Satgas) gabungan.

Bahkan melalui jalur perangkat handy talky (HT) milik Satpol PP Palu, komunikasi untuk menentukan langkah penanganan pertama kali dilakukan Wali Kota Palu dan Wakil Wali Kota Palu. Mengingat sesaat setelah bencana akses komunikasi berjaringan tidak berfungsi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP Palu, Nathan Pagasongan mengaku, setelah urusan evakuasi selesai, atas perintah Wali Kota Palu, fokus personil Satpol PP kemudian adalah membantu pengangkutan bantuan logsitik dari berbagai sumber.

Sekaligus melakukan pengamanan logistik yang kala itu ditempatkan di rumah jabatan (Rujab) Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said.

Menurut Nathan, truck berikut personil Satpol PP Palu dalam masa tanggap darurat digenjot untuk menjemput sekaligus mengawal bantuan logistik yang datang dari luar daerah. Seingat dia, penjemputan logistik antara lain dilakukan di Pelabuhan Kelurahan Baiya, Pantoloan, Pelabuhan Kabonga Kabupaten Donggala, serta logistik dari arah Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu.

Selanjutnya menyalurkan bantuan logistik. Personil Satpol PP Palu disiagakan di posko utama bencana. Untuk sewaktu-waktu menjadi tenaga pengangkut dalam proses distribusi logistik ke tenda tenda pengungsian.

“Di tanggap darurat pertama, personil mungkin hanya sekitar 15 orang. Mereka siaga membantu wali kota kala itu,”ungkap Nathan, Jumat pekan lalu di kantornya.

Begitu seterusnya. Dalam masa tanggap darurat personil Satpol PP ikut membantu mendirikan tenda, shelter di Kelurahan Besusu Tengah dan Kelurahan Pantoloan.Menyerahkan tenda berbentuk klas untuk proses belajar mengajar dinas pendidikan Kota Palu.

“Ditanggap daruta Satpol PP mendpaat tugas melakukan penanganan korban bencana, di Kelurahan Palupi dan Kelurahan Pengawu,”paparnya.

Kini personil Satpol PP Palu tuturnya, disiagakan untuk pengamanan di kompleks hunian sementara (Huntara) di Kelurahan Petobo, Balaroa dan Tatura Utara. Serta menggelar kerjabakti rutin di pesisir pantai Talise, kompleks masjid agung dan Kelurahan Petobo.

“Personil yang kebetulan domisilinya disekitar Petobo dan Balaroa meminta mereka ditemlatkan disana,”katanya.

Disaat bersamaan jajaran Satpol PP Palu kala itu sebenarnya juga sedang dirundung duka karena sedikitnya 15 personil tewas dalam tugas akibat tersapu gelombang tsunami. Namun sejauh ini baru  8 jenazah diataranya yang berhasil ditemukan. Selebihnya masih diyantakan hilang.

Personil itu tewas saat bertugas dalam kegiatan festival pesona palu nomoni. Saat itu dikerahkan sesiktnya 250 personil untuk membantu pengamanan.

“Terhadap seluruh ahli waris personil kami yang meninggal dunia sudah mendapat santunan dari BPJS ketenagakerjaan,”jelas Nathan.

Pihaknya juga menyalurkan bantuan-bantuan donasi dari civitas IPDN kepada seluruh personil yang menjadi korban bencana. Baik bagi ahli waris keluarga maupun personil yang mengalami luka- luka.  Serta tiga sinode Gereja (GPID,GT,GKST).

Lebih jauh Nathan, pihaknya juga mendapat bantuan logistik dari Pemkot Jambi khusus diberikan bagi ahli waris personil yang meninggal dunia maupun personil yang mengalami luka.

“Bantuan dari Pemkot Jambi kami salurkan bagi sedikitnya 100 orang,”demikian Nathan. (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.