Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Situs Jembatan Peninggalan Belanda di Palasa Kini Kurang Terawat

0 314

JEMBATAN BUATAN BELANDA – Jembatan situs sejarah buatan Belanda di Palasa. Foto : Istimewa.

PALU EKSPRES, PARIGI– Kelompok Pemuda Pemerhati Situs (Papersit) Jembatan Belanda Palasa, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bersama OSIS SMA Negeri 1 Palasa melaksanakan kerja bakti membersihkan lokasi situs jembatan peninggalan Belanda pada Minggu, 14 Juli 2019.

Kelompok Papersit dan OSIS SMA Negeri 1 Palasa saat kerja bakti di lokasi jembatan buatan belanda. Foto: istimewa

Ketua Kelompok Pemerhati Situs (Papersit) Palasa, Miftahul Afdal kepada media ini, Minggu, 14 Juli 2019, mengatakan situs sejarah jembatan buatan belanda itu masuk dalam cagar budaya Kabupaten Parigi Moutong.

“Kalau situs jembatan peninggalan belanda untuk di Provinsi Sulawesi Tengah itu hanya ada dua yakni, di Luwuk dan Parigi Moutong,” ujarnya.

Menurut dia, situs sejarah ini masih kurang perhatian dari pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan setempat dalam mendorong situs tersebut menjadi perhatian pada konsep Pariwisata, Kecamatan Palasa. Dasar inilah yang menggugah mereka untuk melakukan aksi bersih-bersih di lokasi jembatan tersebut.

Padahal kata dia, dinas terkait sudah memberikan dana senilai Rp 9 juta sebagai dana rangsangan awal. Dengan harapan bisa dikelolah lebih lanjut oleh pemerintah setempat. Namun hingga saat ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Dana tersebut menurutnya diserahkan pada akhir tahun 2018. Tetapi sampai saat ini situs tersebut belum menunjukkan perkembangan yang signifikan dari pengelolaanya.

“Jadi saya di sini sebagai ketua kelompok guna mengkoordinir soal situs sejarah. Sebenarnya kami punya wadah sendiri tapi belum resmi menjadi badan publik dan sedang kami canangkan. Jadi untuk sementara kami masih sebuah kelompok pemerhati seperti itu,” jelasnya.

Dia mengatakan, situs jembatan yang dibangun sejak tahun 1936 oleh Belanda itu, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Jembatan tersebut ditumbuhi semak belukar dan tidak terawat.
“Itu yang membuat kami dari kelompok Papersit terpanggil untuk melakukan aksi bersih-bersih di lokasi jembatan itu,” tuturnya.

Lanjut dia, kegiatan ini juga ternyata menjadi perhatian serius oleh Siswa SMA Negeri 1 Palasa untuk turut berpartisipasi dalam melaksanakan kerja bakti di lokasi situs.

Olehnya diharapkan kegiatan bersih-bersih seperti ini nantinya, akan ada lagi aksi positif lain misalnya, menata lingkungan di sekitaran jembatan agar terlihat lebih asri dan tetap mempertahankan nuansa history jembatan itu sendiri.

“Alangkah ruginya menurut kami kelompok pemuda pemerhati situs. Jika tidak memandang serius hal ini sebagai potensi besar untuk mendorong sektor Pariwisata di Kecamatan Palasa, yang nantinya akan membuka kran kesejahteraan bagi masyarakatnya,” ungkapnya.(asw)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.