Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Disnakertrans Akan Mengecek TKA di Lokasi Tambang Kayuboko, Parimo

0 43

FOTO : Kepala Disnakertrans Parimo, I Wayan Sariana. Foto : Dok.

PALU EKSPRES, PARIGI– Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) belum mengetahui pasti keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Korea Selatan (Korsel) sebagai tenaga ahli di lokasi pertambangan rakyat Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parimo.

Hal itu di ungkapkan Kepala Dinas Nakertrans Parimo, I Wayan Sariana, kepada media ini di kantornya, Rabu, 10 Juli 2019.

Dia mengatakan terkait keberadaan TKA yang ada di wilayah kabupaten Parimo, pihaknya akan melakukan pengecekan di lokasi yang dimaksud.
“Kami dengan tim akan segera mengecek keberadaan TKA itu di desa Kayuboko,” tegasnya.

Menurut dia, sesuai data keberadaan TKA di Parimo yang ada saat ini, pihaknya belum mendapat laporan. Karena dalam aturannya, setiap TKA yang datang ke wilayah manapun harus melaporkan aktifitasnya di wilayah tujuan mereka. Tetapi ketika warga Asing dilakukan pemeriksaan dokumen berupa visa, ternyata tidak sesuai tujuan kedatangannya.
“Seperti tiga orang TKA yang dipulangkan tahun lalu, di dalam visa kunjungan untuk berlibur tetapi mereka datang untuk menambang,” ungkapnya.

Ketika ditemukan hal seperti itu tambahnya, pihaknya melaporkan kepada Kantor Imigran Kelas 1 Palu untuk ditindaklanjuti. Kemudian setelah ada penanganan, mereka akan dideportasi ke negara asal.

Sejauh ini katanya, langkah yang dilakukan Nakertrans akan terus mensosialisasikan kepada masyarakat dan pengusaha yang menggunakan jasa TKA guna melaporkan kepada mereka. Dengan demikian akan dilakukan pendataan dan didaftarkan sebagai tenaga kerja di wilayah Parimo.

Selain itu, lanjut dia, yang tidak berprofesi sebagai pekerja tambang, seperti pendeta yang berwarga negara asing di Kelurahan Maesa, Kecamatan Parigi, pihak Gereja harus melaporkan agar diketahui tujuan kedatatangan ke Parimo.
“Kami harus mengetahui tujuan dari mereka tetapi kebanyakan yang terjadi berprofesi sebagai penambang,” tuturnya. (asw/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.