Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pemanfaatan Ditarget Oktober 2019, Baru 72 Pokmas Stimulan Terbentuk di Palu

0 71

RAPAT – Rapat pembentukan Pokmas di Kelurahan Lasoani. Foto: HAMDI ANWAR/PE

PALU EKSPRES, PALU– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu menggenjot pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) untuk penyaluran dana stimulan perbaikan rumah akibat bencana. Sejauh ini sudah terbentuk 72 Pokmas diseluruh kelurahan.

Pokmas merupakan salah satu perangkat yang menjadi syarat pemanfataan dana stimulan tersebut. Satu Pokmas beranggotakan 10 sampai 15 orang yang namanya tercatat sebagai pemilik rumah rusak.

Ditahap pertama, BPBD Palu mengajukan sebanyak 1.594 unit rumah dalam kategori rusak berat (RB). Pembentukan Pokmas ditarget selesai bulan ini (Juli 2019).

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Palu, Syafruddin menjelaskan, jumlah Pokmas yang akan terbentuk diperkirakan sebanyak 100 kelompok. Dengan estimasi rata-rata Pokmas beranggotakan 10 sampai 15 orang.

Menurutnya, saat ini tim fasilitator dan tim pendamping masyarakat (TPM) tengah melakukan asesmen bersama terhadap 1.594 unit rumah  RB yang diajukan dalam tahap pertama. Proses ini untuk mengeliminasi unit rumah yang tidak dalam kondisi RB.

“Bila ada yang tidak rusak berat  maka dilakukan penggantian nama tapi tetap harus memenuhi jumlah 1.594 unit itu,”kata Syafruddin, Kamis 11 Juli 2019.

Dia menjelaskan, pembentukan Pokmas sedianya bisa segera rampung dalam waktu singkat. Namun muncul beberapa kendala teknis. Misalnya status kependudukan pemilik rumah yang tidak jelas, status kepemilikan rumah serta status kerusakan yang tidak dalam kondisi rusak berat.  Ada pula unit rumah yang dilaporkan masuk dalam zona rawan bencana (ZRB).

“Terhadap masalah itu, tim, sebagaimana ketentuan harus mengeliminasi. Untuk kemudian diganti dengan unit rumah yang memenuhi semua syaratnya,”papar Syafruddin.

Dalam pengelolaan dana stimulan itu, Pokmas nantinya akan didampingi sediktinya tiga perangkat lain. Pertama fasilitator, kedua TPM dan tim teknis. Fasilitator bertugas dalam pelaksanaan pembangunan rumah dan administrasi. Kemudian TPM bertugas pendampingan dari aspek hukum pengelolaan stimulan. Sedangkan tim teknis untuk aspek konstruksi.

Setelah Pokmas terbentuk, tim fasilitator dan TPM nantinya akan mendampingi Pokmas untuk menyusun rencana pembiayaan. Penyusunan rencana biaya itu berdasarkan usulan dari setiap anggota Pokmas yang merinci nilai kebutuhan anggaran perbaikan rumah.

“Satu Pokmas satu fasilitator dan lima orang TPM. Sementara tim teknis ini bersifat menyeluruh untuk semua Pokmas,”terangnya.

Pihaknya lanjut Syafruddin menargetkan pemanfataan stimulan mulai berjalan Oktober 2019 mendatang.

“Oktober selesai pembangunan dan Insyaallah November sudah ditempati,”katanya optimis. (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.