Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

RDTR Palu Masuk Konsolidasi Awal

0 54

KONSOLIDASI – Sekretaris Kota Palu, Asri, membuka konsolidasi awal penyusunan RDTR Kota Palu, Kamis 11 Juli 2019 di Palu. Foto: Humas Pemkot Palu.

PALU EKSPRES, PALU – Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RTRW) Kota Palu paska bencana memasuki tahap konsolidasi awal. Penyusunan RDTR dilakukan bersamaan dengan revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang saat ini juga sedang berjalan.

Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Asri mengatakan konsolidasi awal penyusunan RDTR merupakan tahapan penting dalam proses penyusunan dokumen RDTR kota palu yang berperspektif kebencanaan. Sebagaiman Instrukai Presiden (Inpres) nomor 10 tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Inpres itu mengamanatkan  pemerintah untuk merevisi dokumen keruangannya dengan meletakan aspek mitigasi bencana sebagai mainstream dasar dalam pembuatan keputusan menyangkut keruangan.

Sekkot yang membacakan sambutan Wali Kota Palu berharap pengisian dokumen RDTR dapat melibatkan  sebanyak mungkin stakeholders yang dianggap memiliki informasi berharga untuk memperkaya substansi maupun arahan pemanfaatan ruang dimasa mendatang.
Terlebih salah satu misi Wali Kota Palu  dalam dokumen perencanaan adalah pemetaan sumberdaya berbasis teknologi informasi. Karena itu keberadaan dokumen RDTR dapat disingkronkan dengan penyelengaraan Sistem Online Single Submission (OSS), untuk perizinan terkait pemenfaatan ruang.

“OSS saat ini juga sedang dikembangkan.
Harapannya bisa bersinergi mempermudah proses perizinan usaha di kota palu dengan mengunakan RDTR yang berperspektif kebencanaan sebagai instrumen pedoman pelaksanaannya,”jelas Sekkot.

RDTR menurut Sekkot merupakan penjabaran rinci dokumen RTRW yang saat ini  juga dalam proses penyelesaian.
Harapannya nanti RDTR dapat mengatur secara lebih baik tentang pengaturan zonasi serta mekanisme insentif dan disinsentif sebagai instrumen utama pengendalian pemanfaatan ruang.

Pasca bencana keberadaan RDTR yang berkualitas menjadi sangat penting sebagai pedoman tertib penyelenggaran ruang.
Bukan hanya sekedar produktif dari sisi ekonomi.

“Yang jauh lebih penting adalah bisa aman dari sisi bencana. Sehingga investasi yang telah dikucurkan tidak menjadi hancur sia-sia lantaran terkena bencana alam yang tidak termitigasi secara baik,”papar Sekkot.

Wali Kota menurut Sekkot, mengingatkan tentang tujuan penataan ruang di Kota Palu.
Antara lain untuk menciptakan keterpaduan penataan ruang dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

“Sehingga visi jangka panjang Kota Palu, yaitu city for all benar-benar dapat terwujud,”sebutnya.

Sekkot pun berharap, konsolidasi awal RDTR bisa mendapat umpan balik serta respon positif. Kususnya dalam mendapatkan penajaman berbagai isu, permasalahan, faktor penting dalam perumusan dokumen RDTR Kota Palu.

“Harapan kami berbagai perkembangan dan antisipasi permasalahan ruang di Kota Palu pasca bencana dapat terakomodir dalam dokumen RDTR secara lebih rinci dan lebih operasional,”katanya.
Tak kalah penting dalam konsolidasi awal ini, adalah berbagai langkah dan kebijakan strategis dalam menata kota kedepan yang lebih sensitif terhadap isu kebencanaan. Teknis pengaturan zonasi dan pertautan antar blok perencanaan bisa lebih menghasilkan nilai manfaat ruang yang optimal dan berkelanjutan dimasa mendatang.

Sekkot kemudian menyampaikan harapan agar semua peserta dapat menangkap aspirasi utuh masyarakat. 
Baik yang sifatnya kritik ataupun saran yang banyak beredar di sosial media maupun berbagai catatan kritis diberbagai forum diskusi tentang keruangan dikota palu pasca bencana.

“Hendaknya dapat diambil menjadi suatu masukan berharga untuk tim penyusun dan konsultan, harapannya berbagai pikiran konstruktif dapat terus dikembangkan, sampai prosesnya bergulir hingga ke DPRD untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah,”demikian Sekkot. (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.