Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Puluhan Pengemudi Ojol Datangi Kantor GDC Palu

0 89

PROTES – Puluhan pengemudi ojol Grab saat mendatangi Kantor GDC Palu, Senin 8 Juli 2019. Foto: IMAM/PE

PALU EKSPRES, PALU – Puluhan pengemudi ojek online (ojol) Grab di Kota Palu mendatangi Kantor Grab Driver Center (GDC) Palu di jalan Sam Ratulagi, Senin 8 Juli 2019. Kedatangan sejumlah pengemudi yang tergabung dalam Mitra Grab Sejahtera tersebut untuk menuntut pihak GDC Palu terkait system pemberian insentif Grab food dan trip.

Selain itu, para driver juga menuntut agar dilakukan pergantian manajemen GDC Palu secara menyeluruh, karena dianggap tidak mampu menyelesaikan tuntutan para driver yang telah disampaikan sejak awal tahun 2019 lalu. Padahal menurut mereka, perubahan system insentif dapat diajukan oleh manajemen daerah menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

“Ini sistem kan masih bisa diatur karena manusia yang bikin, untuk apa analisa data selama ini tapi tidak ada perubahan, dari pascagempa sekitar Januari hingga saat ini. Kenapa kami meminta kenaikan karena sudah di luar batas logika. Harapannya teman-teman meminta kebijakan perubahan itu. Kalau memang tidak bisa diubah melalui kebijakan area, mending diubah sekalian dengan manajemennya,” tegas Pembina Komunitas Patriot Mitra Grab Palu, Rudy Walean kepada wartawan.

Puluhan driver Mitra Grab tersebut dalam aksinya diterima langsung Penanggungjawab Operasional Grab Palu, Ismail di halaman kantor GDC Palu. Ismail bersama para driver lalu berdiskusi terkait tuntutan-tuntutan yang disampaikan. Namun, Rudy menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut belum didapatkan solusi atau kesepakatan antara driver dan manajemen.

Ia menegaskan, jika dalam waktu dekat tuntutan para driver tidak mampu dipenuhi, maka pihaknya akan kembali berkumpul dan mengajukan petisi yang ditandatangani oleh para driver.

“Kami kumpul kembali mengajukan petisi, menuliskan poin-poin yang ditandatangani semua mitra.
Kemarin saya coba ketemu dengan Ketua-ketua komunitas, semua setuju dengan hal itu,” tandas Rudy.

Sementara itu, Penanggungjawab Operasional Grab Palu, Ismail yang ditemui wartawan usai aksi menjelaskan bahwa terkait kebijakan perubahan insentif bukan ranah dari manajemen daerah. Hal itu merupakan kebijakan langsung dari pihak pusat.
Olehnya, ia menyarankan kepada para driver yang menuntut penyesuaian insentif agar langsung berurusan dengan pihak pusat.

“Kalau hal-hal teknis lainnya bisa kita perbaiki bantu usulkan dari sini, seperti masalah titik penjemputan jauh, atau jadwal buka tutup merchant-merchant yang ada, kita bisa bantu usulkan dari sini. Tapi kalau persoalan insentif itu bukan ranahnya kita. Soal permintaan pergantian manajemen itu juga harus ada alasan yang tepat. Kalau hanya karena insentif pasti bakal ditolak,” jelas Ismail.

Terkait pemahaman para driver bahwa pihak manajemen bisa melakukan intervensi terhadap perubahan insentif, Ismail menegaskan bahwa hal itu tidak betul. Ia bahkan menuding para driver mendapatkan informasi tersebut dari pihak-pihal lain yang ingin memprovokasi.

“Tidak tahu pihak driver mendapatkan info seperti itu dari mana, mungkin ada pihak-pihak yang melakukan provokasi. Tapi saya sudah berulang kali menjelaskan, bahwa insentif bukan ranah kita tapi menjadi ranah perusahaan secara korporasi, bukan secara manajemen per manajemen begitu,” pungkas Ismail. (abr/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.