Bacaan Utama Masyarakat Sulteng
PT IMIP
PT IMIP

Manfaatkan 100 Persen Talenta Lokal

656

PEMERAN FILM – Para pemeran film “Kaili the Movie”, saat berfoto bersama Staf Ahli Gubernur Sulteng, Hidayat Lamakarate, dan CEO Mattuju Indonesia, Andi Syahwal Mattuju, Jumat 27 Januari 2017. (foto: IMAM/PE)

PALU, PE – Film “Kaili the Movie” yang telah dimulai proses produksinya sejak Sabtu 28 Januari 2017, merupakan film yang diisi oleh berbagai talenta lokal Sulawesi Tengah. Talenta-talenta tersebut, merupakan hasil penyaringan dari tiga kali proses casting, yang sejak tahap pertama diikuti sekira tiga ratusan peserta.

Hal ini diungkapkan pihak Mattuju Pictures, pada acara Kickoff (Pengenalan resmi) film “Kaili tha Movie” di Ballroom Hotel Best Western Palu, Jumat 27 Januari 2017.

Dari proses casting tersebut, terpilih 46 pemeran, yang akan menghiasi layar lebar nasional melalui film tersebut nantinya. Seluruh pemeran tersebut, merupakan talenta lokal yang berasal dari berbagai daerah di Sulteng.

Diungkapkan CEO Mattuju Indonesia, Andi Syahwal Mattuju, sejak awal pihaknya berkomitmen untuk memberdayakan talenta lokal dalam pembuatan film “Kaili the Movie” ini.

“Para pemeran film ini, berasal dari hampir seluruh daerah di Sulteng. Ada yang dari Palu, Parigi, Poso, dan beberapa daerah lainnya,” jelas Andi Mattuju.

Sementara itu, Casting Director film “Kaili the Movie”, Irmawati Jabbar mengungkapkan, Sulteng merupakan daerah yang memiliki talenta-talenta yang berbakat dalam bidang akting. Hal ini, katanya, membuat dirinya serta pihak produksi, cukup kesulitan dalam menentukan siapa saja yang paling cocok dalam memerankan karakter dalam film nantinya.

“Kami cukup kesulitan, dalam menentukan siapa saja pemain yang akan mengisi karakter di filmnya,” jelas Irmawati.

Untuk kru film, Andi Mattuju juga menambahkan, pihaknya juga memberdayakan beberapa kru lokal Sulteng, yang dikolaborasikan dengan para kru dari Makassar, yang terlebih dulu sukses melahirkan film “Uang Panai”.

“Kami harapkan, dalam produksi film ini juga akan terjadi proses transfer ilmu, sehingga ke depannya dapat melahirkan sineas-sineas baru, yang meramaikan industri film nasional,” pungkas Andi Mattuju. (mg01)

Komentar ditutup

%d blogger menyukai ini: