Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Wiranto Minta Donatur Huntap Libatkan Pengusaha Lokal

0 75

TINJAU – Menkopolhukam RI Wiranto didampingi Satgas PUPR, Arie Setiadi meninjau side plan pembangunan Huntap di Desa Pombewe Kabupaten Sigi, Senin 1 Juli 2019. Foto: HAMDI ANWAR

PALU EKSPRES, SIGI – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Hukum (Menkopolhukam) RI, Wiranto, meminta pelibatan kontraktor lokal dalam proses pembangunan hunian tetap (Huntap) di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah.

Hal itu ia tekankan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (Huntap) di Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin 1 Juli 2019.

Menurut dia dengan mengikutsertakan pengusaha lokal, maka secara otomatis juga akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terdampak bencana.

“Bisa mendapatkan income dan juga memutar ekonomi daerah.
Sekaligus ikut menghidupkan pengusaha lokal,”katanya.

Karena menurut dia,  dari pengusaha lokal itulah kemudian perputaran ekonomi bisa ikut bergerak. Karena dana tidak mengalir keluar melainkan tetap di daerah.

“Otomatis juga bisa ikut menghidupi pengusaha daerah yang memang perlu pekerjaan,”harapnya.

Harapan ini sebut Wiranto bisa menjadi perhatian bagi yayasan yayasan atau lembaga donatur pelaksana pembangunan Huntap.

“Dan itu sudah menjadi anjuran Presiden. Bahwa ikutkan pengusaha lokal. Ini saya sampaikan agar ini menjadi perhatian bersama para pelaksana pembangunan Huntap,”tekannya.

Terkait dengan penyediaan Huntap bagi korban bencana, Wiranto mengatakan sejauh ini memang masih terdapat beberapa kendala teknis yang menghambat realisasinya.

Akan tetapi, beberapa proses penanganan, misalnya pembangunan Huntap sebagian sudah mulai berjalan. Ditambah juga masih terdapat beberapa pekerjaan lain yang harus diselesaikan.
Seperti penyaluran dana jaminan hidup dan stimulan perbaikan runah.

“Kita ingin masyarakat segera pulih dari akibat bencana yang kita hadapi bersama,”katanya.

Kendala teknis lanjut dia merupakan pekerjaan bersama bagi pemerintah daerah dan pusat serta sektor terkait lainnya. Beberapa kendala teknis itu ia akui terkait dengan masalah lahan, model rumah dan tersedianya sumber air.

Namun sebenarnya jelas Wiranto, masalah demikian dapat diselesaikan apabila terjalin kerjasama yang baik lintas sektor. Intinya harus ada satu semnagat yang sama untuk menyelesaikan masalah teknis yang kini masih menjadi kendala.

“Tidak ada sesuatu tanpa masalah. Kita selesaikan dengan baik melalui kesadaran bersama. Pemerintah pusat, daerah dan masyarakat itu sendiri,”jelasnya.

Diapun berharap, yayasan yayasan lain juga bisa ikut berpartisipasi dalam penyediaan Huntap bagi korban bencana di Sulteng. Seperti yang telah dilakukan oleh yayasan Budha Tzu chi.

Pihaknyapun sambung Wiranto akan berupaya mengarahkan dana bantuan negeri untuk mempercepat proses pembangunan Huntap bagi masyarakat terdampak.

“Adapun kendala lainnya, itu akan kita  gali dan menunggu laporan dari daerah
.Intinya harus ada satu semangat yang sama menyelesaikan masalah teknis yang masih menjadi kendala,” pungkasnya.
Pembangunan Huntap di Kabupaten Sigi merupakan bantuan yayasan Budha Tzu chi.

Sementara itu, Satgas Kementerian PUPR, Arie Setiadi menyebutkan, luas lahan yang digunakan sebesar 104hektar. Dengan jumlah sebanyak 1500 unit Huntap yang dikerjakan secara bertahap. (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.