Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Catat Resep Teh Daun Salam untuk Obati 5 Penyakit

0 158

Manfaat daun salam akan lebih efektif jika diolah menjadi minuman teh. Foto: Organic Facts

PALU EKSPRES – Daun salam merupakan salah satu bumbu dapur yang memiliki aroma khas. Tak hanya sebagai penyedap masakan, daun salam juga bisa digunakan sebagai obat.

Daun salam memiliki rasa yang tajam dan pahit. Manfaat daun salam akan lebih efektif jika diolah menjadi minuman teh. Disebutkan dalam Organic Facts, daun salam mengandung senyawa alami seperti eugenol dan myrcene yang terbukti secara efektif mengurangi rasa sakit. Sedangkan laman Care2 mengungkapkan sebuah penelitian di Iran menemukan bahwa minyak atsiri daun salam sama efektifnya untuk mengendalikan rasa sakit.

Teh daun salam bisa membantu meringankan rasa sakit. Minyak atsiri daun salam dapat digunakan secara topikal untuk rasa sakit seperti dioleskan pada dahi untuk sakit kepala. Daun salam sangat aromatik dan kuat ketika dikeringkan. Satu lembar daun dalam rebusan dapat memberikan rasa yang menyegarkan.

Resep Teh Daun Salam
Dilansir dari Organic Facts, Sabtu (29/6/2019), menyeduh teh daun salam sendiri di rumah sangat sederhana. Pertama, siapkan 3 lembar daun salam besar (masih segar) ke dalam panci. Didihkan air dan biarkan teh mendidih selama 3 menit, lalu matikan api. Biarkan daun salam terendam selama 4 menit. Kemudian saring daun salam dan sajikan teh dalam kondisi hangat. Jika ingin menambahkan pemanis seperti madu atau susu boleh juga sesuai selera.

Resep teh daun salam memiliki manfaat bisa membantu mengobati 5 penyakit seperti dilansir dari Style Craze.

  1. Pengobatan Diabetes
    Studi menunjukkan bahwa daun salam dapat membantu penderita diabetes tipe 2. Selain memberi rasa pada makanan, daun salam juga berperan dalam metabolisme glukosa. Daun salam juga mengurangi kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) pada pasien diabetes tipe 2
  2. Obat Anti Radang
    Dalam sebuah penelitian di Australia, daun salam bisa menghambat aktivitas enzim COX-21 yang diketahui memicu peradangan. Daun salam mengandung sesquiterpene lactones2 yang dikenal bisa memerangi peradangan dengan menghambat produksi oksida nitrat. Studi menunjukkan bahwa oksida nitrat dalam konsentrasi yang lebih tinggi dapat menyebabkan peradangan. Inhibitor nitrat oksida berfungsi sebagai opsi pengobatan penyakit inflamasi.
  3. Melawan Kanker
    Sebuah penelitian yang dilakukan pada sel kanker manusia menyimpulkan bahwa ekstrak daun salam menunjukkan hasil yang menjanjikan sebagai agen antikanker. Cineole, senyawa utama dalam daun salam, ditemukan untuk menekan pertumbuhan sel-sel kanker leukemia. Daun salam juga terbukti efektif untuk terapi kanker payudara. Dalam sebuah penelitian di Australia, memasukkan daun salam ke dalam makanan cukup efektif dalam pencegahan kanker usus besar.
  4. Melawan Infeksi Jamur
    Studi menunjukkan sifat antijamur daun salam cukup efektif, terutama terhadap infeksi Candida. Daun salam mencegah adhesi Candida ke dinding sel, dengan demikian menjaganya agar tidak menembus membran.
  5. Obat Luka
    Dalam studi pada tikus, daun salam berkontribusi pada penyembuhan luka yang lebih baik. Sehingga luka cepat mengering.

(mar/jpc)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.