Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pasangan Zainal Mus-Rais Adam Diminta Didiskualifikasi

109

SIDANG – Suasana sidang dugaan politik uang Pilkada Bangkep di Bawaslu, Senin 23 Januari 2017. (foto: KIA/PE)

PALU, PE – Pasangan Nomor urut 3, Zainal Mus dan Rais Adam diminta didiskualifikasi dari peserta Pilkada Banggai Kepulauan (Bangkep). Penyebabnya, pasangan yang diusung oleh Koalisi Partai Demokrat, PKS, PBB, Hanura,  diduga melakukan praktek politik uang.

Dugaan itu terungkap pada persidangan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulteng, Senin 23 Januari 2017. Sidang dipimpin  Zaidul A Mokoagou  didampingi dua anggota, Ratna Dewi Petalolo dan Asrifai,  mengagendakan tanggapan terlapor. Sedianya, sidang kedua yang berlangsung di Bawaslu Sulteng itu, mendengarkan keterangan saksi dari  pelapor kandidat nomor 4, Irianto Malinggong dan Hesmon FVL Pandili. Namun para saksi urung ditampilkan karena harus didatangkan dari Banggai Kepulauan. Sidang ditunda hingga Rabu pekan depan.

Kubu pelapor, M. Rizal Arwi yang ditemui seusai sidang mengatakan, kandidat Zainal Mus – Rais Adam harus didiskualifikasi sebagai kontestan Pilkada Bangkep. Pasangan ini ungkap Ketua DPRD Bangkep ini, diduga kuat melakukan tindakan pidana politik uang dengan mendesain seolah-olah warga penerima uang adalah tim pemenangan pasangan Zainal Mus – Rais Adam.

Namun modus ini kata dia, bisa dipatahkan melalui investigas di lapangan. Dari bukti-bukti yang dikumpulkan mengindikasikan telah terjadi praktek suap kepada pemilih.

Pasangan Zainal Mus – Rais Adam, ungkap dia, membagi-bagikan uang kepada warga yang menyetor KTP kepada pasangan ini. Nominalnya, antara Rp100 ribu – Rp150 ribu per orang. Hasil penelusuran timnya aku politisi muda ini, ternyata mereka bukan tim sukses kandidat,  melainkan  warga biasa yang secara struktural tidak masuk dalam tim pemenangan kandidat yang bersaing. Tak hanya itu, Rizal Arwi mengungkapkan, mereka bahkan sudah mengecek ke KPU, untuk memastikan adakah tim pemenangan pasangan Zainal Mus – Rais Adam terdaftar di lembaga penyelenggara pemilu itu. Hasilnya, pasangan ini tidak mendaftarkan tim pemenangan ke KPU.

”Dengan modus ini,  patut diduga, bagi-bagi uang dengan dalih dibagi pada tim sukses adalah murni politik uang. Karena itu, jika sidang di Bawaslu membuktikan dugaan politik uang maka, tidak ada cara lain selain didiskualifikasi,” ungkapnya, kepada wartawan di Bawaslu Sulteng kemarin. Pasangan Zainal Mus – Rais Adam, mengumpulkan sedikitnya, 35 ribu KTP warga Bangkep. Namun Panwaslih setempat baru menyita uang senilai Rp5 juta sebagai barang bukti. Pilkada Bangkep diikuti, 4 pasangan calon. Masing-masing, Delmard siako dan nadjib bangunan dari jalur independen ( perseorangan ),  Hery ludong dan Adjumain Lumbon diusung oleh PDIP dan Gerindra serta  Zainal Mus dan Rais Adam oleh Demokrat, PKS, PBB dan  Hanura serta pasangan nomor 4,  Irianto Malinggong dan Hesmon FVL Pandili d usung Partai Golkar, PAN , Nasdem serta PPP. (kia)

Komentar ditutup