Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Usia Harapan Hidup di Sulteng Bergerak Naik , Bertambah 47 Ribu Setiap Tahun

0 87

Plt Kepala BKKBN Sulteng Tenny C Soriton membuka seminar dalam rangka HLUN ke XXII tingkat Sulteng Kamis 20 Juni 2019. Humas

PALU EKSPRES, PALU– Persentase usia harapan hidup di Indonesia cendrung meningkat dari tahun ketahun. Usia harapan hidup untuk wanita adalah 72 tahun dan untuk pria 70 tahun. Dibandingkan pada tahun 70an, usia harapan hidup untuk perempuan 58 tahun dan untuk pria 56 tahun.

Demikian halnya di Sulawesi Tengah (Sulteng). Rata-rata usia harapan hidup di Sulteng juga mengalami peningkatan yaitu dari 66,60 di tahun 2010 menjadi 67,26 pada tahun 2015.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKKBN Sulteng Tenny C Soriton, hal itu menyebabkan jumlah penduduk juga ikut naik. Berdasarkan proyeksi penduduk Sulteng oleh Bappenas dan BPS diperkirakan saat ini sudah berjumlah 2,913 juta jiwa.

“lni berarti dalam 5 tahun saja sejak 2010 penduduk di Sulteng bertambah sebanyak 235 ribu jiwa. Artinya setiap tahun penduduk Sulteng bertambah sekitar 47 ribu jiwa,”jelas Tenny, membuka seminar tentang lanjut usia (Lansia) dalam rangka hari lanjut usia nasional (HLUN), Kakak 20 Juni 2019 di hotel Rama Palu.

Sebagai konsekwensi meningkatnya usia harapan hidup, maka sebut Tenny   jumlah lansia juga semakin bertambah.Karenanya pemerintah perlu menyiapkan sarana dan prasarana terkait dengan kebutuhan dasar lansia yang tentunya bersifat ramah lansia.

“Tantangan dan tanggung Jawab yang dihadapi lansia ke depannya semakin berat dan semakin besar. Lansia dan problematikanya kurang mendapatkan perhatian dibandingkan dengan permasalahan lainnya seperti politik dan kriminalitas,”sebutnya.

Menjadi generasi pendiri dan pelopor jati diri bangsa lansia menurut Tenny harus mendapat prioritas perhatian. Baik dari keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, pemerintah, dan sebagainya. 

“Namun yang paling penting bagaimana mengurangi angka kemiskinan dan upaya meningkatkan kesejahteraan lansia,”katanya.

Harapan hidup yang semakin tinggi dengan sendirinya membutuhkan kepedulian generasi muda. Kebutuhan akan perhatian orang muda dikarenakan terjadinya perubahan pada lansia antara lain kemampuan dan gerakan flsik, psikologis dan hubungan sosial kemasyarakatan.

Perubahan yang dialami tersebut pada umumnya mengganggu kualitas hidup lansia. karena aktivitas yang dapat dilakukan menjadi terbatas.

“Namun orang muda di sekeliling lansia tidak peka, kurang memiliki tanggungjawab dan kurang mengembangkan rasa kasih sayang serta tidak pandai berbakti dan selalu merasa terbebani dengan kondisi para lansia tersebut,”katanya.

Dia berharap muda dan sehat untuk lebih memperhatikan kehidupan para lansia. Merawat dan memahami mereka  adalah hambatan yang dialami karena kondisi penuaan.

“Disamping merawat lansia dan memperhatikan kebutuhan fisiknya salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mensejahterakan para lansia adalah memberi dorongan dan kesempatan untuk dapat bersosialisasi dan meningkatkan religiusitasnya,”demikian Tenny.(*/mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.