Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Suksesi Gubernur Sulteng, Perlu Pertimbangkan Politik Kewilayahan

0 87

Irfan Bungaajim. Foto: istimewa

PALU EKSPRES, PALU – Nama para kandidat gubernur dan wakil gubernur peridoe 2021 – 2026, sudah berseliweran di media massa. Namun suksesi yang masih berlangsung 1,8 tahun lagi, mestinya tidak hanya berbicara soal figur. Jauh di atas itu, ada pertimbangan lain yang tak kalah pentingnya untuk diwacanakan. Yakni politik keberimbangan wilayah. Penilaian ini disampaikan oleh Ketua DPD KNPI Banggai Irfan Bungaajim, mengomentari nama-nama kandidat yang sudah beredar.

Menurut Irfan politik kewilayahan menjadi penting mengingat Sulawesi Tengah dengan 13 kabupaten dan satu kota pembangunan infrastrukturnya belum benar-benar merata. Di bagian kepala burung Kabupaten Bangggai yang setiap tahun menjadi tempat digelarnya Festival Pulo Dua adalah kawasan wisata yang terus dikembangkan. Sayangnya, ungkap mantan Ketua IRM Sulteng itu, kondisi jalan untuk menunjang mobilisasi ke pusat wisata itu masih memprihatinkan. Padahal kata dia, bagian timur Sulawesi Tengah, seperti Morowali dan Banggai adalah penyumbang pundi-pundi yang besar untuk menggerakkan pembangunan di daerah ini.

Kaitannya dengan suksesi, ungkap lulusan IAIN Palu ini, ia ingin ada figur-figur kandidat gubernur dan wakil gubernur yang berasal dari kawasan timur Sulawesi Tengah. Banyak tokoh tokoh mumpuni yang bisa diandalkan untuk menduduki jabatan gubernur dan wakil gubernur. Tokoh tokoh itu antara lain, mantan Bupati Banggai Ma’mun Amir dan Sofyan Mille, Bupati dan Wakil Bupati Banggai saat ini, Herwin Yatim dan Mustar Labolo serta mantan Ketua DPRD Sulteng Murad U Nasir dan mantan Bupati Morowali Anwar Hafid, Lania Lanosa serta sejumlah tokoh lainnya.

Baginya, politik berdasarkan refresentasi wilayah menjadi penting, mengingat Sulteng sendiri dengan komposisi wilayah, etnis dan penduduk yang beragam, harus tergambar dari komposisi kepemimpinan politik yang beragam pula. ”Saya hanya mau bilang, Sulawesi Tengah itu, bukan hanya, palu, Sigi, Donggal dan Parigi Moutong. Tapi ada juga Buol, Banggai dan lainnya. Dari sisi itu, maka politik berdasarkan wilayah penting untuk kita pikirkan bersama,” katanya bijak. (kia/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.