Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Siswa MI Alkhairat Desa Bangga Belajar di Bekas Musalah

0 78

Siswa MI Alkhairat Desa Bangga, belajar di bekas mushollah, denngan cara lesehan. Foto: Niko/PE

PALU EKSPRES, SIGI – Banjir bandang yang melanda Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, beberapa waktu lalu, membuat gedung Madrasah Ibtidayah (MI) Alkhaeraat Desa Bangga, tak layak lagi digunakan untuk proses belajar mengajar.

Maka pihak madrasah pun melaksanakan sekolah darurat di bekas musalah yang lokasinya lebih aman dari banjir. Namun kondisinya masih memprihatinkan, dimana para siswa belajar sambil lesehan.

Kepala MI Alkhairaat Desa Bangga, Iwan, kepada media ini, Minggu 16 Juni 2019, mengatakan sejak banjir bandang, bangunan maupun mobiler di madrasah tersebut sudah tidak layak lagi digunakan karena telah tertimbun lumpur.

Belum lagi, kata Iwan, orangtua siswa juga enggan membawa anak-anak mereka untuk lanjut bersekolah di lokasi yang lama karena trauma terhadap banjir.

“Kami mencoba membersihkan kembali madrasah untuk kemudian difungsikan lagi. Tapi ternyata sudah tidak layak dan orangtua siswa juga takut nanti ada banjir susulan. Jadi kami berinisiatif memindahkannya di areal yang lebih aman dan dekat dengan huntara. Tapi siswa masih lesehan karena belum ada mobilare seperti meja dan kursi,” ungkap Iwan.

Meski masih beraktivitas di sekolah darurat, Iwan mengaku dari 125 siswa yang ada, hampir seluruhnya mulai masuk sekolah sejak tiga hari lalu.
Menurutnya, siswa dan orangtua mereka lebih nyaman di sekolah darurat walau dengan kondisi terbatas.

“Walau begitu, kami berharap pihak yayasan maupun pemerintah untuk dapat memperhatikan kondisi kami. Yaitu membangunkan bangunan sekolah yang lebih layak dengan memberikan fasilitas yang memadai,” harapnya. (mg4/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.