Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pasha Ungu Berpeluang Dampingi Hidayat Lamakarate

0 1.395

Panggilan Pasha Ungu lebih populer tinimbang nama aslinya, Sigit Purnomo Said. Wakil Walikota Palu ini sosok yang sejak 27 Juli 2015 saat dia memutuskan terjun ke dunia politik sudah menarik perhatian.

Namanya disebut-sebut berpeluang besar menjadi salah seorang bakal calon wakil gubernur Sulawesi Tengah. Ia digadang-gadang akan mendampingi Mohammad Hidayat Lamakarate atau Ahmad Hi. Ali yang terlanjur ditahbiskan khalayak sebagai bakal calon gubernur.

Saya pribadi tak akrab dengan Pasha. Saya baru berkesempatan bersama dia saat Rumah Sepeda, salah satu kelompok pesepeda di Palu menemaninya menyusuri jalanan di Kota Palu. Dan saya turut bersama mereka. Itu jauh hari sebelum tsunami melumat habis Soki-soki, spot wisata kuliner di bawah bentangan Jembatan Teluk Palu.

Sapaan khasnya: “Bro,” bila ia menyapa sesiapapun yang ditemuinya. Saya sempat merekam gayanya itu saat menyapa juru parkir di Anjungan Teluk Palu ketika itu. Wakil Kepala Daerah yang seorang musisi ini memang menampilkan sesuatu di luar kelaziman.

Begitu pula saat ia makan nasi kuning berbungkus daun pisang di Soki-soki, Kampung Kaili, Teluk Palu. Santai tanpa beban keprotokoleran. Staf protokolernya pun tak kaku. Bahkan cenderung memberi ruang luas bagi dia untuk bersosialisasi.

Lelaki yang lahir di Donggala, 27 November 1979 tampil hampir-hampir nyeleneh. Kedua pangkal lengannya dihiasi tattoo. Ada pula di pangkal kakinya. Tapi menurutnya, selama kewajibannya tidak terabaikan, semua itu bukanlah masalah.

Hanya saja bila ada yang menyebut dia emosional, bisa jadi. Sekali kesempatan itu saya menyaksikan dia bersuara keras pada stafnya yang lupa di mana satu telepon genggamnya disimpan.

Penampilannya pasca bencana dahsyat meluluhlantakan Padagimo – Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, 28 September 2018 lalu juga menarik perhatian. Dengan pakaian dinas lapangan Satuan Polisi Pamong Praja, ia terlihat menyingsingkan lengan mendistribusikan bantuan sandang pangan kepada warga terdampak. Ada yang bilang itu pencitraan, tapi Pasha tak ambil pusing.

Pasha memang pemimpin zaman milineal. Lelaki beranak tujuh ini memang penuh gaya dan warna. Kita kadang-kadang memang sesekali harus bertemu dengan pemimpin yang out of box macam ini.

Dia tercatat dua kali menikah. Pernikahan pertamanya dengan Okie Calerista Agustina. Dari Oki ia beroleh Keisha Alvaro Putra Sigit, Shakinah Azalea Napasha dan Nasha Anaya Putri Valentina Pasha

Pernikahan keduanya dengan mantan pramugari, Adelia Wilhelmina melahirkan Dewa Hikari Zaidan Ibrahim, Sakha Dyandra Sultan Yusuf, Aliyan Akhtar Raja Sulaiman dan Princess Kayla Mutiara Pasha.

Putra dari H. Syamsuddin Said dan Hj. Andi Bumbeng ini sejak awal tampil agak nyeleneh bagi ukuran pejabat. Banyak aksinya memantik kontroversi.

Mulai dari marah-marah saat apel pagi, memakai banyak emblem di baju yang dipakainya, konser di Singapura hingga rambut skin fadenya. Tapi selalu saja kemudian kabarnya seperti angin bertiup.

Dengan alat ukur sederhana, khalayak dapat membaca peluang besar Pasha mendampingi Hidayat. Selain popular, tingkat elektabilitasnya pun sudah teruji pada Pemilihan Walikota Palu 2015 lalu.

Dengan berkelakar, kawan saya dari Jaringan Sahabat Hidayat Lamakarate (Jas hitam), Andi Risman bilang: “Kalau Hidayat Lamakarate berpasangan dengan Pasha, kita bakalan tak susah-susah kampanye. Kita ganti dengan konser musik. Artisnya tentu saja Pasha.”
Andi Risman kemudian melanjutkan, tapi kali ini dengan nada sedikit serius. “Coba kita lihat kampanye dengan menghadirkan artis, apalagi diisi dengan lagu dangdut, bakal tumpah ruah massa kampanye kita. Bila sudah begitu, kita mudah menyisipkan pesan-pesan kampanye sesuai dengan visi dan misi kita,” hemat Risman.
Tapi kemudian, apakah Pasha bersedia menjadi bakal calon wakil gubernur? Sebab ada beberapa koleganya yang berusaha meyakinkan bahwa dia layak menjajal kemampuan sebagai orang nomor 1 di Sulawesi Tengah. (far)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.