Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

AMST Minta DPRD Palu Usulkan Guru Tua Pahlawan Nasional

0 54

AKSI – Aksi damai mendesak DPRD Palu secara kelembagaan mengusulkan Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri (Guru Tua) sebagai pahlawan nasional, Rabu 12 Juni 2019. Foto: HAMDI ANWAR/PE

PALU EKSPRES, PALU – Jasa dan kontribusi Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri atau lebih dikenal Guru Tua (Alm) bagi bangsa Indonesia sudah sepantasnya mendapat penghargaan dari negara.

Mendirikan madrasah alkhairaat  pada 1930-1969 sebagai model pendidikan Islam progresif yang masih eksis hingga saat ini adalah salah satu kontribusi nyata tersebut.
Lembaga pendidikan itu dinilai telah mengabdi kepada bangsa dan negara selama 89 tahun. Warisan Guru Tua ini melahirkan output alumni  yang rata rata memiliki corak keislaman moderat progresif.

Moderator Medan progresifisme alumni madrasah alkhairat telah menjadi kontribusi terhadap penguatan tumbuhnya muslimoderat di Indonesia timur. Dengan kata lain keberadaan madrasah alkairat di Indonesia Timur telah menjadi kekuatan penyeimbang terhadap kemunculan gerakan radikalisme dan terorisme.

Selain itu pemikiran dan perlawanan guru tua terhadap kolonialisme,komunisme dan gerakan separatisme  demikian tegas dan jelas adalah wujud kecintaan guru tua terhadap NKRI. Karena itu guru tua adalah tokoh yang layak menyandang gelar pahlawan pendidikan nasional.

Alinasi mendukung guru tua dijadikan sebagai pahlawan nasional.
Mengajak masyarakat Sulteng untuk memberi dukungan kepada guru tua untuk menjadi pahlawan nasional.

Argumentasi diatas merupakan sikap dari Aliansi Masyarakat Sulawesi Tengah (AMST) yang untuk mendukung guru tua sebagai pahlawan nasional yang disampikan dalam sebuah aksi simpatik, Rabu 13 Juni 2019 di depan Gedung DPRD Palu.

Salah satu organisasi masyarakat yang tergabung dalam aliansi adalah gerakan pemuda Anshor yang diketuai Alamsyah Palenga.

Dalam orasinya Alamsyah mengaku telah menyampaikan aspirasi ini langsung kepada Presiden Joko Widodo. Aksi simpatik kata dia merupakan wujud kecintaan dan penghargaan atas jasa guru tua sejak 1930 yang masih dirasakan hingga kini.

“Ini harus disampikan karena habib telah banyak berjasa bagi bangsa.
Usulan ini aspirasi masyarakat tanpa hal lain. Pemuda Ansor sudah menyampaikan aspirasi ini kepada Presiden,”kata Alamsyah.

Aliansi kata dia meminta DPRD Palu secara kelembagaan untuk turut serta memberikan dukungan atas aspirasi itu. Desakan yang sama juga dilakukan untuk DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam orasinya Alamsyah membantah jika gerakan mendukung guru tua sebagai pahlawan nasional ditunggangi untuk kepentingan lain.

“Ini murni wujud kecintaan masyarakat Sulteng atas jasa guru tua. Kami tegaskan tak ada kepentingan lain,”tegasnya.

Aliansi berharap masyarakat Sulteng bisa memberikan dukungan serupa agar aspirasi tersebut bisa segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Usai berorasi di depan Gedung DPRD Palu, massa kemudian bertolak menuju Gedung DPRD Sulteng untuk memyampaikan dukungan dan harapan agar DPRD Sulteng secara kelembagaan juga bisa dapat mengusulkan hal yang sama.(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.