Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Klub Bola Bali United Siap Melantai di BEI

0 62

PALU EKSPRES, JAKARTA – Klub sepakbola Bali United yang dimiliki PT Bali Bintang Sejahtera Tbk siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (17/6/2019). Klub berjuluk Serdadu Tridatu Jalak Bali ini diketahui melepas 2 miliar lembar sahamnya ke publik lewat penawaran umum perdana di Bali pada 10-12 Juni 2019. Lantas bagaimana prospek saham Bali United?

Saham dengan tiker BOLA ini mulai akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 17 Juni 2019. Perseroan melepas sebanyak 2 miliar saham atau 33,33 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor dengan harga Rp 175 per lembar saham.

Lewat penawaran umum perdana ini, klub Bali United berharap bisa memperoleh dana sebesar Rp 350 miliar. Meski terkesan baru di pasar saham Indonesia, kehadiran klub sepakbola di lantai bursa diyakini akan disambut positif oleh pelaku pasar.

Sebab menurut Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji, industri sepakbola merupakan salah satu pangsa pasar yang terbesar di Indonesia. Karena itu, Bali United diprediksi akan memiliki potensi yang besar di pasar saham kali ini.

“Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar bagi sepakbola, berarti potensi Bali United untuk IPO masih besar,” kata Nafan kepada JawaPos.com, Selasa (11/6/2019).

Kehadiran Bali United sebagai pionir pada pasar saham juga diprediksi akan diikuti oleh klub sepak bola Indonesia ternama lainnya. Nafan bilang, penawaran umum perdana saham membuat klub tersebut semakin terekspos kepada publik.

Di samping itu, kata Nafan, dengan adanya sumber pendanaan yang didapatkan klub sepakbola tersebut melalui IPO, klub tersebut dapat menggunakan dana untuk melakukan ekspansi bisnis demi meningkatkan pengaruhnya di industri sepakbola di tanah air.

“Ke depannya, saya prediksi akan semakin banyak klub sepakbola yang IPO,” terangnya.

Kendati demikian, ada beberapa faktor yang harus dicermati pelaku pasar sebelum akan mengkoleksi saham jenis sepakbola tersebut. Di antaranya, memperhatikan animo pasar, kinerja fundamental dan aksi korporasi perusahaan.

Presiden Direktur Kresna Sekuritas yang merupakan penjamin emisi Bali United, Octavianus Budiyanto mengatakan dalam dua hari terakhir perdagangan saham Bali United diklaim mendapatkan antusiasme begitu besar dari pendukung klub. Hal itu terbukti, gerai penawaran umum saham Bali United di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar ramai dikunjungi supporter.

“Saya belum dapet datanya, tapi dua hari ini kan kita bener bener tujuannya sektor retail. Dan supporter ini sangat antusias untuk ikut memiliki klub bola yang memang satu-satunya di Bali,” kata Ocky kepada JawaPos.com, Selasa (11/6/2019).

Kendati begitu, Ocky menyatakan proses transaksi jual-beli saham yang dilakukan selama dua hari terakhir masih berjalan lambat. Musababnya, kata dia, banyak para supporter yang tak mengerti syarat utama melakukan transaksi saham. Di antaranya harus menjadi nasabah di Perusahaan Efek.

“Jadi kita jelasin lagi proses pembukaan rekeningnya. Karena memang kan bener-bener supporter, gak punya rekening. Jadi ya harus kita buka rekening, terus kita nanti kita pesen sahamnya untuk SEO,” terangnya.

Meski memiliki target penyerapan dana investasi mencapai Rp 350 miliar, Ocky menyatakan tidak masalah banyak dari pendukungnya yang justru membeli saham tidak dengan jumlah yang besar. Yang lebih penting, partisipasi aktif supporter dalam mengembangkan klub kebanggaan bersama-sama.

“Semangatnya adalah bagaimana para supporter ini bisa merasa memiliki klub bola yang ada di Bali,” pungkasnya.

Dari prospektus yang diterima JawaPos.com, dana hasil IPO akan digunakan untuk sejumlah peruntukan. Diantaranya sekitar 19,1 persen akan digunakan untuk belanja modal perseroan, yaitu pengembangan fasilitas dan peralatan di stadion, pengembangan fasilitas latihan dan akademi ekspansi outlet Bali United Store dan Playland, serta pengembangan pada teknologi informasi berupa pengembangan aplikasi dan program CRM (Customer Relationship Management) untuk fans.

Sekitar 20,4 persen akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Entitas Anak seperti belanja modal PT Kreasi Karya Bangsa sekitar 42,6 persen untuk membangun studio dan kantor untuk live streaming, shooting dan editing, rumah produksi, dan pembelian peralatan (kamera), PT Bali Boga Sejahtera sekitar 32,8 persen untuk ekspansi cafe ke lokasi lain di sekitar Bali, serta PT IOG Indonesia Sejahtera sekitar 21,3 persen untuk membangun gaming house beserta fasilitas pendukungnya. Selain itu, 3,3 persen akan digunakan untuk pengembangan PT Radio Swara Bukit Bali Indah, yakni pembelian peralatan stasiun radio.

Sekitar 60,5 persen akan digunakan untuk modal kerja perseroan antara lain untuk merekrut pemain dan/atau pelatih yang profesional, penyelenggaraan event serta operasional klub, megastore dan akademi sepakbola.

(igm/jpc)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.