Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Air dan Listrik Masih Jadi Kendala Huntara, Wali Kota Palu Semprot Pejabat PU dan Lurah

0 238

RAPAT EVALUASI – Wali Kota Palu Hidayat mengevaluasi kinerja lurah terkait penanganan kebutuhan pengungsi di Huntara, Selasa 11 Juni 2019 di kantor Wali Kota Palu. Foto: HAMDI ANWAR/PE

PALU EKSPRES, PALU– Pemenuhan kebutuhan air bersih dan suplai aliran listrik bagi pengungsi masih menjadi kendala pada beberapa hunian sementara (Huntara) di Kota Palu.

Kondisi itu terungkap dalam rapat koordinasi dan evaluasi penanganan pengungsi Huntara tingkat Kota Palu yang dipimpin langsung Wali Kota Palu Hidayat, Selasa 11 Juni 2019 di Ruang Bantaya Kantor Wali Kota Palu.

Dalam rapat memgemuka laporan dari dinas pekerjaan umum Palu bahwa masih terdapat sedikitnya 14 unit
Huntara yang belum teraliri listrik. Kendalanya beragam. Mulai dari proses registrasi dan pembayaran pemasangan meteran dari PT PLN.

“Lama diproses registrasi dan masalah biaya penyambungan,”ungkap salah satu pejabat yang mewakili kepala dinas PU Palu.

Sementara permasalahan air bersih terjadi pada beberapa unit Huntara di Kelurahan Tipo dan Silae Kecamatan Ulujadi. Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan dan beberapa unit  Huntara di Kelurahan Balaroa

Sejauh ini pemenuhan air bersih di Huntara Kelurahan Tipo dan Silae masih menggunakan pipanisasi dari PDAM Kabupaten Donggala. Sementara satu unit Huntara di Kelurahan Watusampu hanya mengandalkan sebuah sumur bor.

Selanjutnya di Kelurahan Talise. Pejabat lurah mengungkapkan saat ini Huntara belum selesai dibangun oleh PT Adhi Karya. Ini juga memicu keluhan dari pengungsi di kelurahan tersebut.

Setelah mendengar semua masalah yang mencuat dalam rapat, Wali Kota Palu Hidayat langsung menyemprot beberapa lurah dan pejabat dinas pekerjaan umum (PU) Palu.

Menurut dia, kendala kendala tersebut muncul lantaran tidak ada keseriusan untuk melaksnakan tugas tugas yang telah disepakati dalam rapat rapat sebelumnya.

Misalnya kata Hidayat soal penyambungan listrik di Huntara. Bila menemukan kendala, harusnya segera dikoordinasikan dengan dinas dinas terkait atau langsung kepada dirinya

“Ini yang terjadi justru didiamkan. Akhirnya membuat masyarakat resah dan mengadu kepada saya,”kata Hidayat.

Dalam kesempatan itu Hidayat memerintahkan camat maupun lurah untuk melakukan penyambungan langsung listrik ke Huntara yang mendapat pasokan listrik. Tanpa mesti menunggu proses registrasi PLN.

“Kalau ada masalah laporkan ke saya. Ini urusan kebencanaan. Biar saya langsung berkoordinasi dengan pihak PLN,”katanya.

Hidayat juga menyoroti pejabat dinas PU yang dipercayakan menangani pemenuhan air bersih dan listrik di Huntara Kelurahan Petobo. Ini lantaran belum tersambungnya jaringan pipanisasi yang telah diprogramkan pada Oktober 2018 silam. Semetara sambungan listriknya hanya memggunakan teknologi tee naga matahari (solar sistem).

“Belum tuntas, padahal kita sudah perintahkan untuk pipanisasi. Sudah banyak anggaran yang kita alokasikan untuk itu,”semprot Hidayat.

Menurut dia, kendala kendala demikian dilaprokan langsung masyarakat kepada dirinya. Dan menyangka urusan penanganan pengungsi terkait air dan listrik sudah tuntas dilakukan.

Hidayat dalam kesempatan itu mewanti wanti, agar hasil rapat segera ditindaklanjuti. Agar kemudian tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait pemenuhan listrik dan air di Huntara.

“Saya tidak mau dengar ada keluhan lagi. Apa kalian tidak punya rasa kasihan pada masyarakat. Mereka sudah menderita melalui hidup di Huntara. Jangan lagi ditambah susah hanya karena kita tidak serius laksanakan tugas,”demikian Hidayat. (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.