Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Banjir di Marantale Parimo, Tiga Rumah Nyaris Rubuh

0 202

PALU EKSPRES, PARIMO- Akibat hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Senin hingga Selasa malam 4 Juni 2019, menyebabkan banjir dan menghantam tiga rumah warga Desa Marantale Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi Moutong.

“Hujan itu mulai kemarin sore sampai tadi pagi baru redah karena hujannya lama baru berhenti sehingga disusul banjir, menghantam rumah saya dan rumah tetangga di sebelah hampir roboh,” kata Sahimi warga Desa Marantale kepada Palu Ekspres, Selasa 4 Juni 2019.

Menurut Sahimi, Sungai Uweoge Desa Marantale itu, mamang sering terjadi banjir apabila musim penghujan tiba. Air meluap disebabkan ada beberapa batu yang berukuran besar berada ditengah sungai tersebut.

“Kami tadi malam itu tidak ada tidur sampai tadi pagi karena khawatir jangan sampai banjirnya semakin deras dan itu akan berbahaya bagi kami yang tinggal dekat sungai ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, ada salah satu rumah tetangganya yang mengalami kerusakan di bagian dapur.
” Itu rumah milik Riswan, pokoknya sebagian dapurnya amblas dan ada beberapa barang-barangnya hanyut terbawa banjir, sehingga, untuk sementara dia mengungsi di rumah orang tuanya,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Desa Marantale, Agus Palapis yang dikonfirmasi media ini di kediamannya, Selasa 4 Juni 2029, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut dia, rumah yang diterjang banjir itu sebelumnya jauh dari bantaran sungai, lantaran sering terjadi banjir dan mengikis tebing membuat jarak sungai itu semakin mendekat ke rumah warga.

“Dulu rumah itu jauh dengan sungai jaraknya kurang lebih 5O meter, karena tebingnya sering digerus air sehingga tadi malam rumah itu sudah dihantam banjir,” ujarnya.

Kejadian banjir tahun 2018 silam lanjut dia, Dinas PUPRP Parimo pernah menormalisasi sungai tersebut.
” Iya tahun 2018 lalu ada normalisasi dari Dinas PU tapi hanya sebatas di belakang rumah yang terdampak tadi itu,” tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, jaringan air bersih yang ada di Desa Marantale juga putus. Sehingga warga hanya mengandalkan air sumur untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian.

“Karena diterjang banjir tadi malam sumber mata air yang digunakan warga terputus, makanya untuk sementara solusinya warga menggunakan air sumur,” katanya.

Dia menjelaskan, kurang lebih 1.300 orang warganya menggunakan air tersebut. Dengan putusnya jaringan air, terpaksa untuk semntara warga menggunakan air sumur di rumahnya.

“Apalagi besok sudah lebaran jadi saya bilang solusinya pakai air sumur saja dulu,” ucapnya.

Bukan hanya itu, sebut Agus, akibat banjir jalan kantong produksi di desanya putus, sehingga mengakibatkan aktifitas petani saat ini lumpuh total.
“Jadi aktifitas petani lumpuh karena, jalan hanya satu jalur itu dan kebanyakan mereka ke kebun menggunakan gerobak,” katanya.

Dengan kejadian itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parimo, khususnya dinas terkait untuk meminta bantuan alat berat, serta melakukan normalisasi sungai dan memasang tanggul sebagai penangkal banjir. 

Ia juga mengimbau kepada masyarakat desa Marantale terutama rumahnya yang berdekatan dengan sungai untuk tetap waspada terhadap banjir. Sebab, hujan lebat sering terjadi di Parimo beberapa hari terakhir ini.(asw/palu ekspres)    

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.