Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Ijazah Bermasalah Bakal Calon Kades Diloloskan Panitia

0 196

PALU EKSPRES, PARIMO – Jelang Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Parigi Miutong, yang akan digelar pada 29 Juni 2019, Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Desa Ranomaisi, Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diduga meloloskan ijazah salah satu bakal calon Kepala Desa (Kades) yang diduga bermasalah. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, ijazah yang diduga bermasalah tersebut milik salah seorang bakal calon bernama Aslan. 

Dalam berkas adminitrasi yang melampirkan ijazah dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas atau sederajat, terdapat kejanggalan, yakni pada foto ijazah SD. 

Berdasarkan keterangan sumber resmi yang enggan menyebutkan namanya, meyakini foto pada ijazah SD milik Aslan tidak menggunakan foto aslinya, melainkan foto anak tirinya.

“Saya sudah menanyakan soal foto itu ke beberapa teman yang bersangkutan saat masih kecil, mereka tidak ada yang membenarkan kalau itu foto dia. Ini sama saja upaya membohongi atau mengelabui P2KD,” kata sumber kepada media ini, Minggu 2 Juni 2019. 

Sekaitan hal itu, Ketua P2KD Desa Ranomaisi Sirman yang dikonfirmasi media ini membenarkan terkait persoalan foto pada ijazah SD salah satu bakal calon Kades Ranomaisi tersebut. 

Namun anehnya, pihaknya memberikan kebijakan kepada yang bersangkutan dengan mencabut foto yang menimbulkan persoalan itu. 

Dia mengatakan, yang menjadi pegangan pihaknya sebagai panitia meloloskan yang bersangkutan, bahwa ijazah yang dilampirkannya itu asli, dengan bukti ijazah itu telah dilegalisir oleh pihak sekolah, meskipun foto yang digunakan bukan yang bersangkutan. 

Diakuinya, sebenarnya pada awal penyerahan berkas administrasi yang dilakukan bakal calon tersebut, pihaknya sudah merasa tertipu. Karena, pihaknya tidak menyangka foto itu adalah anaknya. 

Ia baru mengetahui persoalan foto itu setelah mendapat SMS dari salah satu anggota. Kemudian, pihaknya langsung meminta ijazah asli dari yang bersangkutan, untuk memastikan hal tersebut. 

“Ternyata memang betul, itu foto anak tirinya. Dia pun mengakui, menempel foto itu karena sudah tidak ada foto di ijazah itu, makanya dia tempel foto anak tirinya,” kata Sirman. 

Meski terkesan ada upaya membohongi, namun pihaknya harus sedikit memberikan kebijakan karena keaslian ijazah itu. Bila memang ijazah itu tidak asli, pihaknya jelas akan langsung mengambil langkah menggugurkan yang bersangkutan. 

“Jadi pertimbangannya disitu dan pihak sekolah melegalisir dan membenarkan soal keaslian ijazah itu. Jadi kalau memang ada pihak lain yang melapor dan mempersoalkan keputusan itu, kami sudah siap dengan semua resikonya dan siap dipanggil untuk memberikan keterangan bila dibutuhkan,” tegas Sirman.

Berdasarkan keputusan itu tambahnya, ijazah yang saat ini dimiliki oleh pihak P2KD merupakan ijazah SD milik Aslan tanpa foto dan telah dilegalisir kembali oleh pihak sekolah, menggantikan ijazah yang dipersoalkan.

(asw/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.