Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sulteng Berduka, Seniman Amri Palu Tutup Usia

0 983

PALU EKSPRES, PALU– Seniman Sulawesi Tengah asal Parigi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Umar Al Amri atau yang lebih dikenal dengan Amri Palu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi, Minggu sore 2 Juni 2019, setelah menjalani perawatan medis selama 1 hari.

“Kami dari seniman Sulawesi Tengah datang ke Parigi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Dan kemarin kami semua kaget bahwa telah meninggal dunia Amri Palu,” kata Ikbal Khan selaku ketua Asosiasi Seniman Musik Indonesia (ASMI) Sulteng, kepada Palu Ekspres usai pemakaman di Parigi, Senin 3 Juni 2019.

Ia mengatakan, Amri Palu wafat di usia 67 tahun. Almarhum ini dikenal sebagai sosok aset seniman Sulawesi Tengah.
“Jadi sebenarnya Sulawesi Tengah sangat berduka atau kehilangan dengan meninggalnya Almarhum,” ungkapnya.

Menurut Ikbal, Almarhum Amri Palu tidak saja memperkenalkan lagu-lagu Kaili tetapi juga lagu daerah seperti, Poso, bahkan lagu Kaili dengan ciri khas kedaerahan. Misalnya, Parigi, Palu, serta ada beberapa lagu yang mencirikhaskan daerah yang ada di Sulteng.

“Saya kira pemerintah kita harus memberikan apresiasi atau penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para seniman seperti almarhum Amri Palu, karena karya-karya beliua, justru lagu-lagu daerah kita itu bisa dikenal di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Saat ini katanya, sudah bisa disaksikan di youtube, setiap lagu-lagu yang dinyanyikan Amri Palu nuansanya agak dirubah dari lagu ciptaan Hasan Bahsuan tersebut, peminatnya sangat luar biasa.

“Seperti kita tahu Almarhum ini setelah berkarya di Sulawesi Tengah, sekitar tahun 80an, Ia sempat hijra ke Jakarta. Tapi, di Jakarta itu dia selalu datang ke Sulawesi Tengah, setiap ada even seperti even festival danau poso, dia datang dan rekaman lagu kemudian dipasarkan. Dan, akhirnya walaupun dia tinggal di Jakarta tapi karya-karya lagu Sulawesi Tengah tetap dia kampanyekan,” ujarnya.

Selain, lagu-lagu daerah yang dipopulerkan oleh Almarhum lanjut Ikbal, banyak juga lagu-lagu yang sifatnya nasional dan internasional misalnya, country, Ia nyanyikan bahkan dibuatkan kaset CD rekamanya.

“Jadi intinya kami dari seniman Sulawesi Tengah sangat berduka, serta mengharapakan kepada pemerintah untuk memperhatikan seniman. Sebab, kami lihat perhatian pemerintah terhadap seniman itu masih kurang, utamanya kepada almarhum, karena Almarhum merupakan aset yang tidak hanya dimiliki Kota Palu tapi Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

“Karena saya lihat ini kurang yang hadir dari kalangan pemerintah, mungkin karena kita punya pemerintah masih menghadapi lebaran, kita tidak soudzon, tapi kedepanya saya berharap, pemerintah harus memberikan apresiasi dan mendukung setiap kegiatan-kegiatan seniman bahkan bukan hanya kegiatan tetapi kalau ada kedukaan yang sifatnya seniman yang punya andil atau sumbangsih kepada daerah kita patut memberikan apresiasi,” tambahnya. 

Ia menjelaskan, Almarhum meninggal dunia karena penyakit stroke ringan. Menurut informasi dari keluarga kata dia, Almarhum sempat terjatuh di kamarnya, sehingga langsung dilarikan ke RSUD Anuntaloko Parigi untuk menjalani perawatan medis.

Pantauan media ini, Almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan KH Dewantoro Kelurahan Loji, Parigi. Jenazah Almarhum disalatkan di Masjid Nur, selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga di Pekuburan Umum Kelurahan Masigi.

(asw/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.