Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Beralih ke Angkutan Laut Pelni

0 164

Ilustrasi pemudik menggunakan moda transportasi laut PT Pelni Dok.JawaPos.com

PALU EKSPRES, JAKARTA – Mahalnya tiket pesawat membawa berkah bagi PT Pelayanan Nasional Indonesia yang biasa disingkat Pelni. BUMN yang mengurusi angkutan laut ini mencatat sejak H-15 hingga H-6, total penumpang yang diangkut mencapai 196.630 orang. Padahal untuk periode yang sama tahun lalu, total yang diangkut mencapai 152.901 penumpang atau naik 28 persen.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Yahya Kuncoro mengungkapkan dalam menyambut mudik 2019, pihaknya menerjunkan seluruh armada trayek nusantara guna memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna moda angkutan laut.

“Armada trayek nusantara yang seluruhnya mencapai 26 kapal telah dilakukan perawatan tahunan atau docking tepat waktu guna memberikan kelancaran angkutan lebaran tahun 2019 ini,” kata Yahya dalam keterangannya, Kamis (30/5/2019).

Dia mencatat, kapal-kapal yang beroperasi di wilayah Barat yaitu Sumatera Port, wilayah Tengah Kalimantan Port, Sulawesi Port dan wilayah Timur Papua Port telah berjalan aman, tertib dan lancar. Seluruh penumpang telah terangkut sejak H-15 dengan kapal reguler dan penambahan frekuensi.

Total kapal dari Papua Port sebanyak 10 kapal menuju ke Sulawesi Port dan Jawa Port sebanyak 7 kapal terdiri KM. Gunung Dempo, KM. Dobonsolo, KM. Ciremai, KM. Nggapulu, KM. Labobar, KM. Sinabung dan KM Tidar.

“Semua kapal dari Papua Port menuju Sulawesi dan Jawa Port, Alhamdulillah telah mampu mengangkut penumpang yang naik cukup signifikan dengan aman,lancar, tertib dan selamat sampai tujuan” terangnya

Selain dari Papua Port, untuk kapal dari Sulawesi Port ke Jawa Port ada 9 kapal, Kalimantan Port dengan pemberangkatan dari Balikpapan, Batu Licin, Sampit, Kumai dan Pontianak diantaranya KM. Labobar. KM. Dorolonda, KM. Sinabung, KM. Lambelu, KM. Bukit Siguntang, KM. Umsini, KM. Kelimutu, KM. Awu, KM. Bukit Raya, KM. Binaiya, KM. Leuser, KM. Wilis, KM. Lawit dan KM. Egon. “Untuk Kalimantan Port ada 14 dalam melayani pemudik,” lanjutnya.

Sementara untuk wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau menuju Jawa Port ada 4 kapal, KM. Dorolonda, KM. Kelud, KM. Umsini, KM. Bukit Raya. Armada untuk melayani wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau terdiri 3 kapal tipe 2000 pax dan 1 kapal tipe 1000 pax.

“Dengan armada tersebut diharapkan mampu memenuhi permintaan masyarakat yang dalam 4 bulan terakhir naik signifikan selain itu peningkatan layanan untuk kenyamanan penumpang telah dilakukan salah satunya di Batam dengan pemasangan tenda” pungkasnya.

Sebagai informasi, jumlah penumpang yang diangkut PELNI dari Januari sampai April tercatat 1.172.143 orang, naik dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 852.255 orang atau naik 38 persen.

PELNI juga memprediksi total penumpang diangkat sepanjang mudik 2019 mencapai 625.599 penumpang, naik sebesar 3,5 persen dibanding realisasi tahun 2018 yang mencapai 604.202 penumpang.

Pada angkutan lebaran 2019 ini, PELNI mengoperasikan 26 kapal trayek nusantara dengan 83 pelabuhan singgah melayani 1.239 ruas dengan total kapasitas angkut menjadi 54.967 pax atau seat sudah termasuk kapasitas toleransi yang telah disetujui Kemenhub. Selain itu PELNI juga mengoperasikan 46 trayek kapal perintis menyinggahi 305 pelabuhan, 4.620 ruas dengan kapasitas 13.961 pax per hari.

(igm/jpc)

pt pelni,
mudik 2019,
penumpang pelni
angkutan mudik 2019

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.