Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Angka Kecurangan UNBK SMP Turun

0 78

ILUSTRASI: Tingkat kecurangan UNBK SMP menurun. Foto: Dery Ridwansah/JawaPos.com

PALU EKSPRES, JAKARTA – Jumlah kecurangan saat pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP tahun ini menurun. Tahun ini Kemendikbud menerima 86 laporan kecurangan. Sementara itu, tahun lalu Kemendikbud mengidentifikasi 57 kecurangan selama UNBK SMP.

Di antara laporan yang masuk tahun ini, 55 laporan diidentifikasi sebagai kecurangan. Sementara itu, 31 laporan terbukti bukan termasuk bentuk kecurangan.

Irjen Kemendikbud Muchlis R. Luddin menegaskan bahwa tahun ini tidak ada kasus kebocoran soal. Kecurangan dilakukan siswa maupun guru saat UNBK berlangsung. Soal ujian tidak dikerjakan sebagaimana mestinya atau mendapat bantuan dari pihak ketiga. ”Dari 55 (laporan) itu, tiga siswa di antaranya melanggar dua mata pelajaran sekaligus,” katanya.

Tiga siswa tersebut berasal dari sekolah berbeda. Seorang siswa dari Jakarta Timur dinyatakan curang pada mata pelajaran bahasa Indonesia dan matematika. Lalu, seorang siswa dari Sidoarjo dinyatakan curang saat ujian pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Terakhir, siswa di Bekasi dinyatakan curang pada pelajaran matematika dan IPA.

Muchlis menjelaskan, kecurangan tertinggi terjadi di Jatim, yakni 28 siswa. Diikuti Jawa Barat 11 siswa. Berdasar temuan itjen, ada satu kecurangan yang cukup menonjol di Sidoarjo. Di satu MTs, guru sekolah terbukti membantu siswa untuk mengisi soal UNBK. Caranya, menyambungkan komputer di ruangan ujian ke komputer di ruangan sebelah dengan menggunakan pengendali jarak jauh. Seolah-olah siswa yang mengerjakan ujian, padahal soal-soal dikerjakan guru di ruangan sebelah. Muchlis menduga hal tersebut dipersiapkan sejak lama.

Muchlis belum memutuskan sanksi yang diberikan kepada para guru di sekolah tersebut. “Kami selesaikan dulu saja serangkaian UNBK ini sampai PPDB nanti,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menyatakan sudah menyiapkan sanksi bagi siswa yang terbukti melakukan kecurangan. Kemendikbud akan memberi mereka nilai nol pada mata pelajaran yang terbukti curang. Itu merupakan kali pertama Kemendikbud memutuskan untuk memberikan nilai nol kepada siswa yang terbukti curang.

Siswa yang terbukti bersalah tersebut akan mendapat kesempatan kedua. Kemendikbud memang tidak mengadakan UN perbaikan. Namun, mereka memberikan ujian ulangan kepada siswa yang terbukti curang. Ujian tersebut dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada 12 Juni. ”Tapi, bagi siswa yang tidak bersedia untuk ikut, nilainya tentu saja tidak akan kami ubah alias tetap nol,” tegas Bambang.

Ujian ulangan tersebut tidak sama dengan UNBK reguler. Pesertanya tidak bisa mendapatkan hasil nilai 100 persen. Peserta ujian hanya akan mendapatkan nilai maksimal 80 persen. Hal itu merupakan salah satu bentuk sanksi edukatif dari Kemendikbud. Sertifikat hasil ujian nasional mereka juga akan ditangguhkan.

(bin/c19/fal)

unbk smp,
kecurangan unbk,
bsnp

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.