Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Razia Kos dan Penginapan di Parigi, 10 Pasang Bukan Suami Istri Terjaring

0 276

DIMINTAI KETERANGAN : Pasangan yang terjaring razia saat di mintai keterangan oleh petugas di Kantor Desa Bambalemo, Sabtu (25/5/2019) sekitar pukul 03.00 wita. Foto : ASWADIN/PE.

PALU EKSPRES, PARIGI – Pemerintah Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, menggelar razia rumah kos- kosan dan penginapan demi menciptakan situasi aman dan nyaman di bulan Ramadan 1440 H.

Dalam razia tersebut, Pemerintah Kecamatan Parigi menurunkan petugas gabungan yang terdiri dari, Satpol PP, TNI, dan Polri.

Sasaran razia adalah, rumah kos kosan dan penginapan yang ada di Kelurahan dan Desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Parigi.

Camat Parigi, melalui Kepala Seksi Trantib, Ulfa kepada media ini menyebutkan, razia dilaksanakan bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya hal- hal yang tidak diinginkan dan meresahkan masyarakat yang ada di wilayah tersebut, di bulan ramadan.

Ia menjelaskan, malam pertama razia di Kelurahan Masigi, petugas berhasil menjaring 5 pasang, Kelurahan Kampal 2 pasang, Kelurahan Maesa 1 pasang, Desa Bambalemo 1 pasang. Kemudian, 1 pasang lagi ditemukan di salah satu kos di Desa Ranomaisi. Pasangan tersebut merupakan oknum ASN di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Parimo.

Oknum ASN ini lanjut dia, ketika diperiksa oleh petugas, mengaku telah menikah sirih di Kota Palu. Setelah petugas meminta dokumen terkait atau bukti untuk memastikan bahwa memang pasangan ini benar telah nikah sirih. Tetapi, mereka tidak bisa menunjukkan itu. Sehingga, pasangan ini langsung di bawa ke Kantor Desa untuk dimintai keterangan.

“Setelah lihat mukanya ternyata laki-lakinya saya kenal, saya kira dengan istrinya padahal dengan orang lain. Dan dia salah seorang Oknum ASN di salah satu Dinas di Parimo,” tuturnya.

Menurut dia, semua penghuni kos yang ditemukan bukan suami istri. Sebab, saat diperiksa petugas pasangan ini tidak dapat menunjukkan identitas yang jelas sebagai pasangan sah. Sehingga, petugas langsung menggiring pasangan tersebut ke kantor kelurahan untuk dimintai keterangan.

“Kegiatan ini kami laksanakan selama 5 malam, dimulai pada pukul 23.00 wita hingga pukul 03.00 wita, dan berhasil menjaring 10 pasang penghuni kos dan penginapan yang bukan suami istri,” jelas Ulfa usai melaksanakan razia malam terakhir, Sabtu 25 Mei 2019.

Ulfa memastikan, razia ini tidak hanya dilaksanakan di bulan ramadan ini saja. Tetapi akan terus dilakukan di wilayah Kecamatan Parigi. “Dalam razia ini petugas menyisir rumah kos dan penginapan serta memeriksa satu persatu identitas kependudukan penghuni kamar,” katanya.

“Siapapun yang terjaring dibawa ke Kantor Kelurahan maupun Kantor Desa setempat, untuk dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan. Serta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatanya,”tambahnya.(asw/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.