Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Ketua PAN Parimo: Saiful Bahri Sering Lalaikan Kewajiban Partai

0 144

Ketua DPC Partai PAN Kabupaten Parigi Moutong, Ndali J. Sahibu. Foto: Aswadin/PE

PALU EKSPRES, PARIGI– Salah Seorang kader Partai Amanat Nasional (PAN), Saiful Bahri yang sudah beberapa periode duduk sebagai anggota DPRD Parigi Moutong dianggap sering melalaikan kewajiban partai.

Bahkan, saat tahapan Pemilu 2019 beberapa waktu lalu, Saiful yang juga ikut bertarung tak pernah membuat Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) yang menjadi kewajibannya sebagai calon legislatif (Caleg).
“Membuat laporan- laporan seperti itu saja Saiful Bahri masih saja lalai, padahal itu merupakan kewajibannya sebagai Caleg. Kami pengurus partai sudah berusaha menghubunginya, tapi sampai dengan memasukan LPPDK di KPU ini, tak pernah diindahkannya,” kata Ketua DPC PAN Parimo, Ndali J. Sahibu. kepada sejumlah wartawan disalah satu caffe di Kota Parigi, belum lama ini.

Dia mengatakan, seperti apa yang diamanatkan oleh Partai, anggota DPRD Parimo seharusnya memberikan kontribusi untuk partai setiap bulannya. Menurut pengamatanya, Saiful Bahri kurang lebih lima bulan lamanya tidak lagi memberikan kontribusi kepada Partai. Bahkan, dari tiga orang anggota DPRD yang diusung Partai PAN, hanya satu orang saja yang dianggap aktif di setiap kegiatan Partai.

Bukan hanya itu, pada setiap rapat-rapat kepengurusan partai, yang bersangkutan terkesan tidak mengindahkan undangan partai.
“Kalau ditelpon dia selalu bilang, rapat saja. Apa hasil keputusan rapat, saya terima. Selalu seperti itu bahasanya,” keluhnya.

Sementara itu, dalam proses pemilihan caleg belum lama ini, juga seperti itu. Menurut dia, Saiful Bahri yang diminta melaporkan penerimaan dan pengeluaran dana kampanyenya masih saja dilalaikannya.
Sejak awal pelaporan yang bersangkutan lanjut dia, tidak pernah bekerja bersama. Hanya partai saja selalu menyiapkan laporan-laporan itu. Padahal, jika tak dilaporkan Caleg dari Partai PAN bisa saja diberi sanksi dengan tidak dilantik.
“Saiful Bahri itu tidak ada LPPDK-nya masuk di kami. Bukan itu saja, untuk membuat laporan itu saja, kami pengurus partai harus usaha sendiri. Bahkan mengeluarkan uang pribadi untuk bayar orang dalam pembuatan LPPDK itu,” tuturnya.

Sikap yang ditunjukan Saiful Bahri terhadap Partai PAN tambahnya, dianggap karena Saiful merasa memiliki kekuatan. Apalagi sudah dua periode menjabat sebagai anggota DPRD Parimo. Padahal, yang bersangkutan dianggap tidak pernah mewakili partai dalam menyampaikan masukan pada sidang-sidang paripurna.
“Kenapa saya berani bicara begitu karena saya tenaga ahli partai. Saiful Bahri itu diminta baca pandangan fraksi saja menolak, apalagi bicara saat sidang paripurna tidak pernah,” ungkap Ndali.

Sementara itu, Saiful Bahri saat dikonfirmasi di Parigi Kamis, 23 Mei 2019, mengaku, selama dirinya menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN) tidak pernah melalaikan kewajibannya.
“Saya tidak pernah abaikan kewajiban saya sebagai kader partai,” ujarnya.
Ia juga membantah soal dirinya dituding selama lima bulan tidak memberikan kontribusi kepada partai.” Itu tidak benar, dan saya punya bukti semua kuitansinya ada, cuma saya tidak mau ambil pusing apalagi ini bulan puasa,” katanya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan menggelar rapat internal untuk membahas terkait hal tersebut.(asw/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: