oleh

Caleg Andalan Partai Baru Tak Berdaya

PALU ESKPRES, JAKARTA – Partai-partai baru belum mampu mengantarkan caleg mereka menduduki kursi DPR pada pemilu tahun ini. Selain karena tak lolos ambang batas parlemen, perolehan suara para caleg itu kurang memuaskan. Tidak ada yang menyentuh angka 50 ribu suara.

Seperti diketahui, empat parpol baru yang bertarung pada Pemilu 2019 hampir bisa dipastikan tak lolos ke Senayan. Perolehan suara mereka secara nasional tidak mampu menyentuh angka 4 persen. Parpol-parpol itu adalah Perindo, PSI, Partai Garuda, dan Partai Berkarya.

Perolehan suara caleg-caleg mereka juga terbilang minim. Bahkan, perolehan suara tertinggi caleg dari parpol-parpol baru itu terbilang sedikit. Sebut saja caleg dengan suara terbanyak dari Partai Berkarya yang hanya 28.770 suara. Angka itu diraih caleg bernama Purbo Asmoro di dapil Banten II.

Begitu juga Partai Garuda yang menempatkan Muh. Hasan sebagai caleg dengan perolehan suara tertinggi mereka. Bertarung di Sulteng, dia hanya mendapatkan 18.985 suara.
Puan Maharani merupakan caleg PDIP yang mendapat suara terbanyak secara nasional dan menembus 400 ribu. Dia dinobatkan sebagai ketua DPR. (Dok. JawaPos.com)

Choky Sitohang tercatat menjadi caleg Perindo dengan suara terbanyak. Namun, angkanya hanya 38.132 suara. Sementara itu, dari PSI, caleg dengan suara terbanyak diraih Ratu Ayu Isyana dari dapil Banten III. Perolehan suaranya 48.819.

Kondisi itu kontras dengan peraih suara terbanyak dari partai-partai lama. Sebut saja Dedy Mulyadi dari Golkar, Achmad Baidowi dari PPP, dan Edhie Baskoro dari Demokrat. Perolehan suara mereka menembus angka 200 ribu. Apalagi jika dibandingkan dengan perolehan suara Puan Maharani dari PDIP yang mampu melewati angka 400 ribu.

Perolehan suara Puan menjadi yang tertinggi pada pemilu kali ini. Dia pun digadang-gadang menjadi kandidat utama ketua DPR periode 2019-2024. “Mbak Puan memenuhi kriteria sebagai ketua DPR,” ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kemarin.

Menurut dia, Puan kaya akan pengalaman di legislatif, eksekutif, maupun struktur partai. Saat ini, Puan menjabat menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK). Di partai, dia menjadi ketua bidang politik dan hubungan antarlembaga DPP PDIP. Di DPR, Puan pernah menjabat ketua Fraksi PDIP.

Sementara itu, Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjelaskan bahwa proses rekapitulasi nasional terus berjalan. Kemarin (19/5/2019) mereka telah menyelesaikan penghitungan suara dari Sulawesi Selatan. Ketika dilakukan rekapitulasi, beberapa saksi sempat menyanggah penjelasan KPU Sulsel. “Itu sudah biasa. Setiap saksi peserta pemilu dipersilakan memberikan pandangan terkait pelaksanaan pemilu di Sulsel. Kalau ada selisih data, ya disandingkan saja,” jelasnya.

Dia memastikan hari ini merupakan hari terakhir rekapitulasi di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Meski begitu, KPU tidak mau terburu-buru. Hasil rekapitulasi tetap akan diumumkan pada 22 Mei. Tidak ada rencana untuk mengumumkan rekap lebih awal.

(bin/lum/c6/fat)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed