Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Bagian Ekonomi Setda Parimo Sita Puluhan Tabung Melon

0 117


SITA TABUNG MELON : Kabag Ekonomi Setda Parimo, Alina Deu (Jilbab Kuning) saat melakukan sidak di kios pengecer Pasar Sentral Parigi. Selasa (14/5/2019). Foto : ASWADIN/PE.



PALU EKSPRES, PARIGI- Bagian Ekonomi Setda Parimo bersama Dinas terkait melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan menyita tabung elpiji 3kg dari sejumlah pengecer yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Bagian Ekonomi saat melakukan sidak menggandeng pihak Kepolisian Polres Parimo, Sat Pol PP, dan pejabat Parimo lainnya. Pelibatan Polres dan Satpol PP untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat Parigi karena akhir akhir ini harga tabung elpiji 3 kg kerap melambung tinggi.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Parimo, Alina Deu yang ditemui usai melakukan sidak di komplek Pasar Sentral Parigi, Selasa 14 Mei 2019, menyebutkan, sidak seperti ini nantinya akan dilaksanakan di 23 Kecamatan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

“Di 23 kecamatan ini kan, ada lima agen. Jadi lima agen ini tentu ada pangkalan pangkalan yang menjual eceran di pasar. Jadi sidak ya, untuk tahun ini kita sidak,”ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya melakukan sidak dan langsung menyita tabung gas 3kg dari tangan pengecer.” Jadi langsung kita sita dan untuk sementara kita lakukan pembinaan,” katanya.

Menurutnya, masyarakat belum mengerti bahwa mengecer itu tidak boleh, apalagi sampai menjual dengan harga yang tidak sesuai HET.
“Saya tidak tau ini masyarakat ngerti atau pura pura tidak ngerti, saya tidak tahu intinya seperti,” ungkapnya.

Dari sejumlah pengecer yang tabungnya disita lanjut dia, semua mengatakan tidak mengerti bahwa menjual eceran itu tidak dibolehkan selain dari pangkalan resmi.

“Yang kami sita tabung tadi bukan pangkalan tetapi pengecer, kurang lebih 10 pengecer yang kami sita, soal jumlah tabung yang disita kami belum bisa pastikan jumlahnya karena ada di dalam mobil,” jelasnya.

Sidak ini juga dilakukan guna meminimalisir tingginya harga tabung melon yang saat ini mencapai Rp 45 hingga 50 ribu pertabung. Penyitaan ini juga dilakukan kata dia, agar ada efek jera bagi pemilik pangkalan dan pengecer agar tidak menaikkan harga.

“Tabung ini kan, bersubsidi. Jadi peruntukannya hanya bagi warga yang kurang mampu,” katanya.

Sementara itu, Yasin salah seorang pengecer tabung melon di Pasar Sentral Parigi mengaku, tidak mengetahui bahwa menjual eceran tabung melon itu dilarang, selain pangkalan resmi.

“Saya tidak tau pak kalau mengecer itu tidak boleh, kalau sekarang dengan adanya sidak saya sudah tau dan saya tidak mengecer tabung lagi,” ujarnya.

Yasin juga mengaku, kalau tabung yang dijualnya itu, Ia hanya membelinya dari orang lain yang datang ke kiosnya menawarkan tabung melon. “Dan saya tidak tau siapa orang itu, dia jual sama saya Rp 35000,- jadi saya jual Rp 38.000, cuma untung 3 ribu saya Pak,” ungkapnya.

Pantauan Palu Ekspres di lokasi sidak ada pemilik lapak yang tidak senang tabungnya di sita, terlihat marah marah dan bersitegang dengan petugas sidak. (asw/palu ekspres)

Foto bersama saat melakukan sidak

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.