Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sekolah Penerima Dana BOS di Parimo Bertambah

0 69

PALU EKSPRES, PARIGI – Kepala Bidang Pembinaan SMP melalui Kepala Seksi Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Ahmad Rudin menyebutkan, jumlah sekolah penerima dana bantuan oprasional sekolah (Bos) tahun ini bertambah.

“Tahun 2018 kemarin ada 103 sekolah penerima dana bos ditingkat SMP. Tapi tahun ini ada ketambahan sekolah baru yaitu, sekolah satu atap yang ada di Kecamatan Tomini dan Palasa,” kata Ahmad Rudin kepada media ini di kantornya, Kamis 9 Mei 2019.

Sekolah baru penerima dana bos itu kata dia, setelah dikeluarkan izin oprasionalnya. Selanjutnya dimasukkan dalam sistem data pokok pendidikan. Sehingga tahun ini sekolah tersebut sudah termasuk sebagai salah satu sekolah penerima dana bos.

Menurut dia, total anggaran dana bos tahun ini untuk triwulan 1 senilai Rp 3 miliar lebih. Ia mengaku, pada pencairan dana bos di TW 1 tahun ini sedikitnya mengalami keterlambatan.

“Setelah masuk bulan Pebruari dan Maret, ternyata tahun ini mengalami keterlambatan sampai di Bulan April. Jadi tw 1 tetap terlambat. Otomatis sekolah harus membelanjakan dana tw 1 yang seharusnya digunakan untuk TW 1,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang penyebab keterlambatan tersebut. Ia mengatakan, untuk urusan pencairan pihaknya tidak punya akses untuk hal tersebut.

“Kami di Dinas Pendidikan ini tidak punya akses untuk mengurus itu. Karena itu itu adalah urusan teman teman yang ada di Provinsi, di sana itu ada yang namanya manejer BOS Provinsi yang menangani itu,” katanya.

Sehingga, untuk urusan pencairan lanjut dia, mereka yang punya kewenangan dalam pencairan dana Bos. Sebab, sejak awal terkait penerimaan dana Bos, pihaknya mengaku terlebih dahulu melaksanakan sosialisasi di Sekolah.

“Jadi, begitu di Bulan Desember sekolah harus mengupdate dapodik. Karena penentuan alokasi dana Bos itu, untuk tw 1 ada di Desember 2018. Dan jumlah siswa harus terupdate sesuai dengan jumlah siswa di Sekolah,” ungkapnya.

Saat ini kata dia, sudah update untuk TW II. Menurut pengalaman, TW II tidak pernah terlambat pencairannya. Karena TW II itu penentuan alokasinya kata dia, tanggal 30 Maret 2019.

“Jadi tanggal 30 Maret sudah ada data dari teman teman di Provinsi, kalau sesuai juknis begitu. Dan biasanya hanya di tw I yang sering terlambat pencairannya, kemudian untuk anggaran tw I yang Rp 3 miliar lebih itu, semua sudah masuk di rekening sekolah,” jelasnya.

(asw/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.