Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Harga Tabung Gas LPG Mahal, Wabup Parimo Perintahkan Monitor di Lapangan

0 81

PALU EKSPRES, PARIGI– Terkait mahalnya harga tabung melon di Parigi, Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai mengaku sudah menerima laporan dan keluhan dari sejumlah masyarakat.

“Laporan masyarakat memang sudah ada sama saya dan Insya Allah saya akan menyampaikan untuk menindaklanjuti ke distributornya yang ada di Desa Pangi Kecamatan Parigi Utara,” kata Badrun Nggai saat ditemui media ini di kantornya, Rabu 8 Mei 2019.

Sekaitan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg ini kata dia, Gubernur Sulawesi Tengah telah memberikan imbauan kepada para agen untuk menindaklanjuti terkait laporan masyarakat, tentang kelangkaan tabung gas 3 kg tersebut.

“Kemarin dalam rapat terkait hal ini, mereka menyampaikan tidak ada masalah, ternyata ada masalah,” ungkapnya.

Ia juga mengaku, saat ini pihaknya telah memerintahkan Bagian Ekonomi untuk selalu memonitor panyaluran tabung gas di lapangan.
“Banyak pangkalan yang mengeluh karena penyaluran dari agennya yang kurang baik,” tuturnya.

“Saat rapat menjelang bulan ramadan baru baru ini, saya banyak menyampaikan soal tabung gas ini jangan sampai langka karena masyarakat Parigi Moutong sudah mencintai gas ini, dan mereka tidak mau lagi menggunakan kayu bakar,” tambahnya.

Ia meminta kepada bagian ekonomi untuk terus melakukan monitor penyaluran gas dari agen ke pangkakan. Dan, pembagian dari agen ke pangkalan harus sesuai dengan permintaan.

Sebab, baru baru ini banyak keluhan dari pihak pangkalan bahwa sistem pembagiannya dinilai kurang bagus.

Wabup juga menegaskan kepada agen maupun pangkalan jangan sampai menaikkan harga hingga melampaui harga yang sudah ditetapkan.
Ia menambahkan, setiap Kabupaten di Sulteng sudah punya label masing masing di tabung gas tersebut. Misalnya, Parimo labelnya berwarna kuning.

” Jadi label kan sudah ditetapkan di sini warna kuning, dan bisa saja ada label yang masuk dari kabupaten lain. Nah itu semua yang memicu terjadinya kenaikan harga. Jadi, harus ada kesepakatan dari masing masing kabupaten/kota untuk mengawasi penyaluran tabung gas elpiji 3 kg ini,” jelasnya.

(asw/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.