Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Peringati Sejarah 6 Mei 1950, Bacakan Kembali Maklumat Integrasi Kerajaan Palu ke RI

0 109

PALU EKSPRES, PALU – Para pegiat Komunitas Historia Sulawesi Tengah (KHST) menggelar rekonstruksi sejarah 6 Mei 1950, di Taman Bundaran Kota Palu, Senin 6 Mei 2019. Koordinator KHST, Moh. Herianto menerangkan, peristiwa 69 tahun lalu tersebut merupakan momen bersejarah di Provinsi Sulteng khususnya Kota Palu.

Pada saat itu terjadi proses integrasi tiga kerajaan di Sulteng yaitu Kerajaan Palu, Kerajaan Sigi-Dolo dan Kerajaan Kulawi ke Republik Indonesia, usai melepaskan diri dari Negara Indonesia Timur (NIT) bentukan Netherlands-Indies Civiele Administration (NICA). Peristiwa tersebut ditandai dengan maklumat yang dibacakan oleh Magau Palu pada saat itu, Tjatjo Idjazah. Maklumat itulah yang dibacakan kembali oleh para pegiat KHST.

“Ini merupakan tahun ketiga kami mengadakan rekonstruksi ini. Bagi kami, pembacaan maklumat 6 Mei 1950 merupakan tonggak sejarah yang sangat penting, khususnya bagi Kota Palu,” kata Herianto.

Menurutnya, momen integrasi tersebut mestinya rutin diperingati dan direkonstruksi setiap tahunnya. Agar peristiwa bersejarah tersebut tidak terlupakan seiring perkembangan zaman. Selain peristiwa integrasi Kerajaan Palu ke RI, momen 6 Mei 1950 lanjut Herianto, juga menjadi penanda terhadap dua lokasi bersejarah di Kota Palu yang berada persis bersebelahan di tengah kota.

Kedua lokasi tersebut yakni Taman Bundaran yang dulu bernama Lapangan Hombo, serta Gedung Joeang yang dulunya bernama Gedung Gezaghebber yang menjadi tempat tinggal Controleur atau pejabat pemerintahan pada masa kolonial Belanda di Palu. Di Lapangan Hombo itulah, pembacaan Maklumat 6 Mei 1950 dilakukan.

“Keduanya saat ini masuk dalam daftar cagar budaya yang diinventarisir oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo, serta masuk dalam rancangan pengembangan kawasan kota tua oleh Pemkot Palu,” tandasnya.

(abr/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.