Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

GAPKI- PT AAL Bantu Ruang Kelas SMP Islamic School Palu

0 88

PALU EKSPRES, PALU– Gabungan Petani Kelapa Sawit (GAPKI) bersama petani mitra  PT Astra Agro Lestari (AAL) berinisiatif menggalang donasi dalam program peduli gempa Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Donasi yang terkumpul disalurkan dalam bentuk pembangunan tiga ruang kelas sekolah menengah pertama (SMP) Islamic Center Palu. Sekolah ini terletak di Jalan Anoa Palu, Kelurahan Tatura Utara Kecamatan Palu Selatan.

SMP Islamic Center adalah salah satu sekolah swasta yang dikembangkan yayasan Islamic Center School Palu yang diketuai Muhammad Jarudin Wartabone. SMP Islamic sebelumnya terdampak bencana likuefaksi di Kelurahan Petobo.

Ketua GAPKI Sulawesi, Doni Yoga menjelaskan, rencana untuk menyalurkan bantuan sudah diwacanakan sejak tahun lalu. Namun kata dia pihaknya kesulitan mencari objek penyaluran bantuan.

“Setelah ada komunikasi dari dinas pendidikan dan yayasan, kami akhirnya memutusakan bantuan itu kita salurkan dalam bentuk pembangunan ruang kelas yayasan islamic center ini,” kata Dony.

Doni mengapresiasi semua pihak yang turut menyukseskan kelancaran pembangunan sekolah tersebut.

“Semoga bantuan ini diharap menjadi berkah baik yang memberi maupun yang menerima,”katanya.

Sementara itu, Manager Kemitraan PT AAL,  M Tugiran menyatakan sumber donasi berasal dari unsur.  Pertama adalah dari sekitar 873 kelompok tani mitra PT AAL serta batuan dari GAPKI.

Pembanguan ruang kelas SMP Islamic Center ditandai peletakan batu pertama yang dihadiri langsung Wali Kota Palu, Hidayat.

Dalam sambutannya Hidayat menyatakan harapan dengan pembangunan sekolah berbasis Islam, kedepan dapat merangkul anak anak dari lingkungan sekitar.

“Yayasan ini kami harap kembali rangkul warga dan generasi mudah agar dapat berkualitas dalam hal pendidikan,”katanya.

Pemkot sendiri menurut Hidayat telah melaksanakan program penambahan jam belajar semua agama ditingkat sekolah dasar sebagaimana visi misi Palu kota jasa, berbudaya dan beradat dilandasi iman dan taqwa.

Diapun berharap, yayasan ini mampu melahirkan hafiz dan hafiza dimasa mendatang. Agar nantinya, Kota Palu memiliki banyak hafiz untuk diikutkan dalam even seleksi Tilawatil Qur’an.

“Supaya kita tidak impor impor peserta lagi dari luar Palu ketika hendak mengikuti STQ,”demikian Hidayat.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.