Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sekprov Sulteng Ajak Kepala Daerah Bentuk PIK R dan BKR

0 125

PALU EKSPRES, PALU– Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) Hidayat Lamakarate mengajak seluruh bupati dan wali kota se Sulteng untuk membentuk pusat informasi dan konseling remaja (PIK R) dan bina ketahan remaja (BKR) di wilayahnya masing-masing.

Menurut Hidayat, keberadaan PIK R dan BKR merupakan sebuah wadah untuk menggelorakan program generasi berencana (GenRre). Fokus utamanya mengajak remaja untuk menunda usia perkawinan sebagaimana pandangan BKKBN.

Usia ideal perkawinan bagi pria adalah usia 25 tahun dan wanita 21 tahun. Karena diusia tersebut remaja dinilai sudah siap secara fisik, mental dan ekonomi serta sosial untuk memasuki kehidupan rumah tangga

Selain bupati walikota, ajakan serupa juga dia tujukan bagi pimpinan OPD, perguruan tinggi, serta elemen masyarakat lainnya untuk membentuk dan mengembangkan PIK R dan BKR. Sekaligus memberi dukungan sarana dan prasarana untuk keberlangsungannya.

Hal itu ia sampaikan sebagai pemerintah sekaligus ayah GenRe Sulteng saat membuka ajang kreatif dan produktif GenRe Indonesia melalui pemilihan duta GenRe tingkat provinsi Sulteng, Sabtu 27 April 2019 di salahsatu hotel di Palu.

Hidayat menjelaskan, PIK R dan BKR telah menjadi bagian dari proyek prioritas pembangunan nasional.  Yaitu pembanguan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar melalui proyek prioritas peningkatan pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi

Melalui PIK R dan BKR, pemerintah dapat mengajak masyarakat secara umum dan remaja secara khusus untuk menekan tiga masalah kependudukan yang dihadapi. Yaitu pernikahan dini, seks pranikah, penyalahgunaan narkotika, psikotropika serta zat adiktif lainnya.

“Karena itu kami harap dengan pemilihan duta GenRe kiranya dapat meningkatkan kepedulian dan peran generasi muda yang didukung dinas, instansi terkait, LSM dan pihak swasta,”ujar Hidayat.

Sebagai ayah GenRe, Hidayat dalam kesempatan itupun mengajak generasi muda untuk tidak lelah dan kalah menggaungkan program GenRe. Dan jangan pernah bosan mengajak teman sebaya untuk ikut berperan aktif di PIK R dan BKR.

“Duta GenRe dapat menjadi contoh dalam mengajak sebaya agar tidak menikah usia anak-anak,”sebutnya.

Slahsatu yang menjadi perhatian dalam aksi optimalisasi pemberdayaan keluarga sejahtera dan KB adalah program kesehatan reproduksi remaja. Meliputi sosialisasi dan pelayanan kesehatan reproduksi remaja di kabupaten kota se Sulteng.Tujuannya untuk menurunkan angka pernikahan dini di Sulteng.

Sesuai data pusat statistik tahun 2017 menyebutkan 25,81 persen perempuan usia 20-24 tahun menikah dalam usia kurang dari 18 tahun. Artinya 1 dari 4 perempuan Indonesia menikah diusia anak.

“Untuk Sulteng pernah dikenal sebagai  slahsatu provinsi penghasil pernikahan usia anak di Indonesia,”katanya.

Data BPS dan Unicef menunjukkan Sulteng urutan ke tiga dalam pernikahan dini dengan persentase rata-rata:4,0persen. Urutan pertama Sulawesi Barat, dengan persentase rata-rata 5,5persen dan Papua urutan dua dengan persentase rata-rata 5,1persen.

Namun dengan data terbaru SDKI 2017, yang menyebutkan UKP Sulteng 20,1persen per tahun. Ini pertanda bahwa remaja Sulteng kini bergerak maju kearah positif dan mungkin suatu saat remaja Sulteng akan mengucapkan selamat tinggal nikah anak dan selamat datang cita-cita.

“Disinilah peran duta GenRe untuk menebar virus GenRe kepada sebayanya.dimana saja, kapan saja dan momen apa saja,”demikian Hidayat.
(**/mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.