Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

13 TPS di Palu Gelar PSU Pilpres

0 66

PALU EKSPRES, PALU – Pemungutan suara ulang (PSU) akan digelar KPU Palu pada 12 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 5 kecamatan. PSU dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari Bawaslu setempat.

Adapun TPS yang melakukan PSU antara lain, TPS 7 dan TPS 21 Kelurahan Besusu Timur Kecamatan Palu Timur.
Dua TPS di kelurahan ini melakukan PSU untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), DPR RI dan DPD.

Kecamatan Palu Selatan masing-masing di TPS 10 Kelurahan Tatura Selatan dan TPS 12 Kelurahan . Dua TPS ini PSU untuk semua jenis pemilihan.

Kemudian Kecamatan Palu Barat masing-masing di TPS 10 Kelurahan Baru melakukan PSU untuk Pilpres, DPR RI dan DPD. TPS 12 dan 13 Kelurahan Baru melakukan PSU untuk Pilpres. Sedangkan TPS 39 Kelurahan Lere PSU untuk Pilpres, DPR RI dan DPD.

Kemudian di Kecamatan Tatanga. PSU dilakukan pada TPS 9 Kelurahan Duyu untuk Pilpres, DPR, DPD dan DPRD Provinsi. TPS 10 Kelurahan Duyu untuk Pilpres dan DPR RI. TPS 6 Kelurahan Tavanjuka untuk Pilpres serta TPS 13 Kelurahan Nunu untuk semua jenis pemilihan.

Berikutnya Kecamatan Palu Utara.
PSU pada TPS 12 Kelurahan Mamboro untuk semua jenis pemilihan.

Berdasarkan data rekomendasi PSU yang diterima Palu Ekspres dari Bawaslu Sulteng, PSU umumnya dilakukan lantaran banyaknya pemilih yang datang membawa e KTP luar Palu untuk menggunakan hak pilih tanpa menyertakan formulir A5 (pindah memilih).
Serta adanya pemilih pengguna e KTP yang diizinkan memilih tidak sesuai domisili TPS.

Ketua KPU Palu, Agus Salim Wahid menjelaskan, pihaknya akan segera menggelar rapat pleno untuk menentukan jadwal pelaksanaan PSU tersebut. Sebagaimana dalam ketentuan, PSU menurutnya dilakukan 10 kemudian paska hari H Pemilu.

“Batas akhirnya Sabtu 27 April 2019 kebetulan hari libur.
Makanya kami rencanakan di hari libur kerja ini,”kata Agus, Selasa 23 April 2019.

Terhadap PSU, KPU Palu akan segera  menyiapkan logistik baik berupa surat suara maupun logistik pendukung lainnya. Formulir C6 untuk kembali disampaikan kepada pemilih sesuai PKPU 3 tahun 2019. Pelaksanan PSU sebut Agus sesuai ketentuan yang berlaku tidak dilakukan pemutakhiran data pemilih.

“Karena itu C6 ini punya tanda khusus PSU yang harus disampaikan ulang kepada pemilih sesuai DPT, DPTB dan DPK masing-masing TPS paling lambat sehari sebelum PSU,” jelasnya.

Pihaknya juga akan menyampaikan informasi  kepada seluruh instansi maupun lembaga untuk memberikan kesempatan karyawan dan pegawai dalam mengikuti PSU, jika kemudian jadwal PSU ditetapkan di hari kerja.

“Dalam ketentuan, bisa hari kerja dan bisa hari libur. Tapi kami upayakan dilaksanakan hari libur,”jelasnya.

Mengenai logistik surat suara (susu),  KPU Palu menurutnya akan mengusulkan tambahan kepada KPU Sulteng. Mengingat jumlah susu yang diatur dalam PKPU untuk persiapan PSU dibatasi hanya dengan 1.000 lembar untuk semua jenis pemilihan.

“Jumlah TPS yang melakukan PSU sebanyak 13 TPS.
Sementara surat suara yang  ada hanya 1.000 lembar unik masing-masing jenis pemilihan. Maka itu kami minta tambahan ke KPU Sulteng sesuai dengan jumlah DPT yang melakukan PSU,” urainya.

Agus menambahkan, meskipun ada PSU yang direkomendasikan Bawaslu, pihaknya tetap akan melakukan klarifikasi terhadap temuan temuan yang menjadi penyebab PSU.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.