Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Empat Kecamatan di Parimo Terdapat Stunting

0 65

PALU EKSPRES, PARIGI – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, dr. Revi Tilaar kepada media ini, Selasa 23 April 2019 mengatakan, ada 10 desa di Parigi Moutong terdapat stunting atau balita kekurangan gizi (Balita Pendek).

Menurut dia, stunting itu terjadi karena disebabkan lingkungan yang tidak sehat. “Jadi yang utama itu adalah kesehatan lingkungan keluarga, jamban keluarga, dan rumah sehat,” ujarnya. Dia menjelaskan, bahwa kesehatan lingkungan ada tiga kriteria. Pertama, adalah kesehatan keluarga, lingkungan, akses air bersih dan rumah sehat.

Dari sepuluh desa jelas Revi, yang terdapat stunting di antaranya, Desa Lobu di Kecamatan Palasa, empat desa masing-masing di Kecamatan Tinombo dan Tinombo Selatan, serta satu desa lagi di Kecamatan Ampibabo. “Kemudian satu desa itu mendapat anggaran sebanyak Rp 75 juta untuk intervensi yang dikelola oleh Dinas Kesehatan untuk keperluan sosialisasi dan lainnya,”jelasnya.

Menurut dia, dalam penanganan stunting ini pihaknya juga melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, fokus untuk menangani stunting. “Jadi kami dalam penanganan stunting itu ada sensitif dan ada spesifik,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sensitif itu seperti Dinas PU menagani akses jalan, air bersih dan jamban keluarga, kemudian Dinas Ketahanan pangan, menangani soal makan bergizi, selanjutnya, Dinas Perikanan soal makan ikan yang bergizi kemudian untuk urusan sekolahnya ditangani oleh dinas pendidikan.
“Jadi ada beberapa OPD yang terlibat untuk fokus. Selain fokus harus komitmen dan punya anggaran untuk penanganan stunting. Nah itu sensitif. Kalau spesifik kami yang menanganinya, mulai dari hamil atau sejak masih dalam kandungan, itu kami tangani sampai 2 tahun,”kata Revi.

Sebenarnya lanjut dia, lebih bagus lagi intervensi itu sebelum melakukan pernikahan. “Jadi gadis-gadis yang berumur mulai 13 hingga 20 tahun kita intervensi lebih dulu seperti, pemisahan dini untuk status gizi,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan sejak dini itu penting. Pasalnya, stunting beda dengan penyakit lain yang bisa diobati dengan sekejap. Namun, membutuhkan waktu yang cukup lama. “Stunting itu gangguan gizi yang sifatnya kronis, mulai dari hamil sampai umur 2 tahun,”ujarnya.

(asw/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.