Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pekan Depan, Nasib Caleg Partai Nasdem Sigi Diputuskan Bawaslu

0 214

PALU EKSPRES, SIGI– Minggu depan, Bawaslu Sigi akan menentukan nasib Caleg Partai Nasdem Dapil V Kabupaten Sigi atasnama Endang Herdianti, terkait dugaan pelanggaran pidana pemilu yang dilaporkan warga Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, kepada Bawaslu Sigi.

Caleg Partai Nasdem, Endang Herdianti dilaporkan warga Desa Beka karena bantuan 1 ton beras dari Dinas Sosial Kabupaten Sigi yang disimpan di rumahnya.
”Hingga saat ini sudah ada sekitar 12 orang yang telah dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran pemilu yang melibatkan salah satu caleg partai Nasdem Dapil V Kabupaten Sigi Endang Herdianti, dan minggu depan Bawaslu Sigi sudah memutuskan apakah caleg yang bersangkutan terbukti melanggar pidana pemilu atau maladministrasi,” kata Komisioner Bawaslu Sigi, Agus Salim, Sabtu 20 april 2019.

Agus menyebutkan, beberapa orang yang sudah dimintai keterangan oleh Bawaslu Sigi, yaitu Kepala Desa (Kades) Beka, Caleg yang bersangkutan, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sigi.

“Dari keterangan Caleg yang bersangkutan mengatakan, bahwa bantuan tersebut memang berkat kerja kerasnya sebagai NGO yang menyodorkan proposal permohonan bantuan sembako berupa beras yang ditanda tangani ratusan warga Desa Beka, kepada Dinas Sosial. Oleh karena itu, sudah sepantas memang kata Caleg yang bersangkutan bantuan itu ditaruh di rumahnya,” kata Agus mengutip pernyataan Caleg Endang Herdianti tersebut.

Sementara Kades Beka kata Agus, dalam keterangannya tidak tahu menahu persoalan tersebut.
“Kades Beka tidak tahu menahu persoal bantuan tersebut, untuk itu ia tidak mau bertanggungjawab kalau ada persoalan yang muncul dari bantuan ini,” jelasnya.

Sama halnya Kades Beka, Agus menyatakan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sigi juga tidak tahu menahu soal kucuran bantuan beras 1 ton ke Desa Beka tersebut. Sebab sesuai mekanisme penyaluran bantuan, harus ada surat penyaluran bantuan yang ditanda tangani Kepala Dinas Sosial. Namun kata Agus, Kepala Dinas Sosial menyatakan tidak pernah menandatangani surat penyaluran beras 1 ton ke Desa Beka.

“Dari hasil klarifikasi dengan Bawaslu Sigi, Kepala Dinas Sosial menyatakan tidak tahu soal bantuan itu. Yang dia ketahui ialah stok beras yang ada di gudang Dinsos sejumlah 5 ton. Beras 5 ton kata Kepala Dinas Sosial hanya diperuntukkan untuk bantuan insidentil atau untuk tanggap bencana. Bukan untuk dibagikan begitu saja ke semua masyarakat,” ungkapnya.

Dari keterangan atau informasi Kepala Dinas Sosial, Bawaslu Sigi akan mengundang dua orang dari Dinas Sosial yang tahu soal ini. “Mereka katanya yang mengetahui ini, oleh karena itu kita akan panggil secepatnya. Jabatan keduanya di Dinsos itu kepala bidang dan kepala gudang,” ujarnya.

(mg4/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.