Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Ekonomi Sulteng Lampaui Prediksi Bappenas

0 168

PALU EKSPRES, PALU – Pertumbuhan ekonomi Sulteng tahun 2018 masih tumbuh diatas rata-rata nasional yakni 6,30persen. Sedangkan ekonomi nasional hanya tumbuh 5,17persen.

Meski begitu pertumbuhan ekonomi Sulteng tahun 2018 lebih rendah dari tahun 2017 yaitu 7,14 persen.
Namun pertumbuhan ini tetap saja menggembirakan karena melampaui pertumbuhan yang diproyeksikan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) RI yang hanya diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,24 persen tahun 2018.

Demikian Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Hidayat Lamakarate saat menutup kegiatan Sulteng Expo, Sabtu 13 April 2019 di sirkuit Panggona Palu.

Selanjutnya kata Hidayat yang membacakan sambutan Gubernur Sulteng, pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2019 diproyeksi pada kisaran 6,8persen.

Hidayat menjelaskan, invetasi merupakan satu pilar yang sangat berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi.

Untuk Sulteng, terdapat lima besar penyumbang realisasi investasi baik itu penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA) penopang ekonomi Sulteng.

Untuk periode Januari-Desember 2019, sektor usaha invetasi itu adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp5,1Triliun atau 29,2persen. Tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan senilai Rp2,9Triliun atau 16,4persen.

Kemudian listrik, gas dan air senilai Rp2,8Tiliun atau 16persen. Pertambangan senilai Rp2,3Tiliun atau 13persen serta industri kimia dan farmasi, senilai Rp2,3Triliun atau 9,5persen.

Karena itu jelas Hidayat, Sulteng Expo merupakan sebuah even unik menarik minat investasi di Sulteng.
Sulteng Expo kaya Hidayat  bisa menjadi gerbang masuknya aliran investasi signifikan ke Sulteng sehingga bisa mampu mendongkrak perekonomian.

“Selain menjadi  ajang promosi dan mengangkat daya saing UMKM dan industri kreatif lokal sebagai pilar ekonomi rakyat yang mesti kokoh, mandiri dan tahan banting menghadapi dampak globalisasi ekonomi di era revolusi industri 4.0,”jelas Hidayat.
Oleh sebab itu, Hidayat sebagaimana pesan Gubenur, meminta panitia Sulteng Expo dapat segera mengevaluasi event tersebut. Menyusun strategi perbaikan, pembenahan dan peningkatan kemasan.

Dengan demikian Sulteng Expo  untuk tahun mendatang akan menampilkan kemasan produk UMKM yang lebih fresh dan lebih memikat bagi pelaku usaha, investor, pengunjung.

“Semoga kerjasama yang telah dibangun selama mampu mengantar kembali pertumbuhan ekonomi Sulteng yang inklusi.
Diatas rata-rata nasional sampai berakhirnya periode kepemimpinan Longki Djanggola,”demikian Hidayat.

Penutupan Sulteng Expo dihdiri pejabat Pemprov Sulteng,BUMD,BUMS serta Para Utusan beberapa perushaan di wilayah Sulteng. Kegiatan dirangkaikan dengan pengumuman stand terrbaik dari kategori SKPD maupun BUMN. Penutupan Sulteng Expo juga dimeriahkan penampilan Band Wali.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.